Berita

Petani Belajar dari Petani (Kegiatan Pemberdayaan Petani)

Pin It

Dalam  mengembangkan perekonomian pedesaan melalui agribisnis umumnya dihadapkan pada persoalan seperti lemahnya human capital atau social capital dalam kelembagaan tani. Pada dasarnya agribisnis merupakan rangkaian sistem yang berjalan sinergis mulai dari penyediaan modal (input), proses produksi dalam sistem usahatani (farm), sampai pada pemasaran hasil (output). Mekanisme pelaksanaan dimulai dari perencanaan, produksi, pengolahan hasil sampai pada pemasaran hasil.

Melalui pemberdayaan kelembagaan petani diharapkan bisa memperkuat dan meningkatkan efektifitas kelompok tani dalam menjalankan usahatani dengan menerapkan  sistem usaha agribisnis. Untuk menuju hal tersebut diperlukan adanya revitalisasi kelembagaan petani; meningkatkan kinerja kelembagaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Pencapaian kesejahteraan petani memang sifatnya relatif, namun setidaknya petani dapat memenuhi kebutuhan hidup dari pendapatan yang diperoleh dari usahatani yang mereka jalankan. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan  kesejahteraan petani yang mendukung potensi yang dimiliki, melalui pemberian bantuan permodalan, bimbingan melalui penyuluhan dan pendampingan teknologi, sehingga diharapkan petani dapat secara mandiri mengembangkan potensi diri mereka sendiri dengan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan melakukan bisnis di bidang pertanian.

Studi banding merupakan salah satu bentuk bimbingan kepada petani yang relatif mudah dalam pemahaman untuk meningkatkan pengetahuan petani, karena informasi antar petani relatif lebih efektif. Petani dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman sesama mereka.  Tingkat kepercayaan sesama petani akan lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang berbeda profesi.

Beberapa waktu lalu BPTP NTB telah memfasilitasi Kelompok tani “INGIN MAJU” Desa Pringgabaya untuk melakukan studi banding ke kelompok tani  “ANEKA TANI” Dusun Biletepung Desa Beleke Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat dan  kunjungan ke Kelompok tani  Desa Karang Sidemen Kabupaten Lombok Tengah.

Upaya untuk mempercepat transfer tehnologi agar dapat lebih mudah diserap oleh petani adalah dengan menyaksikan secara langsung pada sesama petani yang telah lebih dahulu menerapkan teknologi. Para anggota kelompok tani asal Desa Pringgabaya  ingin belajar agar mereka mendapatkan informasi baru dan diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuannya setelah menyaksikan secara langsung dari petani yang telah menerapkan suatu tehnologi yang cukup efektif dalam menggunakan sumber daya alam yang ada.

Studi banding dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan teknologi baru, menyampaikan keunggulan suatu teknologi yang diintroduksi serta menjadi salah satu bentuk disseminasi dalam penyebaran teknologi.  Untuk itu obyek kunjungan bagi studi banding perlu dipersiapkan sebaik mungkin, karena berhasil tidaknya teknologi dan ditransfer melalui kegiatan ini sangat tergantung pada hasil kunjungan tersebut.  Tidak hanya secara visualisasi yang bisa disajikan namun penjelasan teknologi yang digunakan juga dapat menjadi daya tarik bagi  pengunjung sehingga membangkitkan berminat, tertarik dan yakin untuk mengadopsi teknologi yang digunakan.   (Sumber : H Sahram)

Web Analytics