Berita

Kunjungan Lapang Peserta The Australia-Indonesia Partnership for Decentralisation-Rural-Economic Program (AIPD-Rural) di Lokasi Pengkajian Kacang Tanah di Desa Akar-Akar, Kabupaten Lombok Utara

Pin It

Australia Indonesia Partnership for Decentralisation-Rural-Economic Program (AIPD-Rural) merupakan sebuah program baru AusAID yang mempunyai target/goal untuk meningkatkan pendapatan lebih dari sejuta petani miskin sebesar 30 % dalam waktu 10 tahun. Target utama AIPD-Rural difokuskan pada 5 Provinsi di Indonesia bagian timur terutama Jawa Timur, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat. ACIAR telah diberikan tugas oleh AusAID untuk melakukan sebuah study/survey yang lebih detail untuk mengidentifikasikan peluangĀ  pengembangan agribisnis di Indonesia Bagian Timur dalam waktu 12 bulan sebelum proyek AIPD-Rural dimulai sekiar bulan Juli 2013. Survey yang sedang dilaksanakan oleh ACIAR ini bertujuan untuk mendapatkan program dan meningkatkan pemahaman tentang sektor pedesaan, sektor pasar, beberapa komoditas yang potensi, kemudahan mengerjakan bisnis (termasuk kebijakan lokal), infrastruktur yang mendukung sektor pertanian, akses perbankan dan lain-lain. Survey oleh ACIAR ini merupakan penelitian awal untuk mengidentifikan rantai nilai dari 5-6 calon komoditas yang paling potensial dipilih untuk proyek AIPD-Rural.

Pertemuan tersebut dilaksanakan di Hotel Santosa Senggigi selama 2 hari, pada bulan April 2012, yang diikuti oleh utusan dari Pemerintah Daerah dan BPTP dari Provinsi Jawa Timur, NTB dan NTT, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Direktur Jendral Tanaman Pangan, AusAID, ACIAR, dan beberapa dari konsultan. Pada hari kedua, peserta melakukan kunjungan lapangan di lokasi kegiatan pengkajian BPTP NTB pada scalling up kacang tanah di dusun Batu Gembung, Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Rombongan tiba di lokasi dan langsung melihat penampilan pertumbuhan kacang tanah dengan paket teknologi yang dihasilkan dari proyek kerjasama penelitian kacang-kacangan ACIAR (SMAR/2007/068). Dr. RCN Rachaputi dari ketua tim kerjasama penelitian SMAR/2007/068 dari Queensland Australia menyambut peserta kunjungan di lokasi tersebut. Setelah itu acara di pandu oleh Lalu Wirajaswadi, MEd dan dibantu oleh Dr. H Ahmad Suriadi dari BPTP NTB. Peserta kunjungan diberikan penjelasan tentang paket teknologi yang diterapkan. Setelah itu peserta diberikan kesempatan untuk berdialog dengan petani. Secara umum peserta kunjungan merasa terkesan dengan pengkajian yang dilakukan dan petani telah melihat sendiri hasil dan penampilan tanaman kacang tanah apabila diberikan pupuk. Selama ini petani tidak pernah memberikan pupuk pada tanaman kacang tanah. (Sumber : H Ahmad Suriadi)

Web Analytics