Berita

Workshop Pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) di Mataram

Pin It

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu dari 6 koridor pengembangan ekonomi yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  Bali - Nusa Tenggara termasuk dalam koridor 5 yaitu sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung ketahanan pangan nasional dengan alasan adanya beberapa unggulan daerah dan struktur ekonomi yang ada di NTB yaitu pariwisata, perikanan dan peternakan, dapat menyumbang 30% devisa negara. Dalam rangka mendukung program tersebut khususnya untuk mempersiapkan dukungan dalam aspek standarisasi dan penilaian kesesuaian, Badan Standarisasi Nasional (BSN) sesuai dengan potensi koridor ekonomi Bali - Nusa Tenggara, melaksanakan Workshop yang bertemakan “Pengembangan Standarisasi Nasional Indonesia” bertempat di Hotel Grand Legi Mataram April 2012. Worshop tersebut di hadiri langsung  oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi NTB Drs. H. Moh. Nur Asikin, SH.,MM sekaligus membuka acara secara resmi. Acara dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai instansi yaitu Dinas Pertanian Provinsi NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Dinas Pertanian Kab/Kota se-pulau Lombok, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB yang diwakili Laboratorium Pengujian Tanah, Pupuk dan Tanaman, Balai Laboratorium Kesehatan Mataram dan Masyarakat Standarisasi Korwil Bali-Nusa Tenggara.  Acara dibagi dalam 3 sessi yaitu sesi pertama dengan 2 materi yaitu: (1) produk unggulan NTB dalam koridor MP3EI denga nara sumber Kepala biro kerjasama pemerintah provinsi NTB, (2) peran serta masyarakat dalam pengembangan SNI unggulan Daerah dengan nara sumber Dewan Perwakilan Wilayah  Bali dan Nusa Tenggara Masyarakat standarisasi (Mastan). Sedangkan pada sessi kedua ada 3 materi yaitu: (1) Pengembangan SNI Mutiara dalam rangka meningkatkan potensi produk unggulan NTB denga nara sumber Direktur Perikanan non Konsumsi Indonesia, (2) Dukungan Lembaga penilaian kesesuaian dalam penerapan SNI wajib dengan nara sumber Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB dan (3) Kebijakan pengembangan SNI dan Diskusi umun dengan nara sumber Sumartini Maksum selaku Kepala Pusat Perumusan Standar Badan Standarisasi Nasional.

Dalam sambutannya Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi NTB menyampaikan bahwa di NTB ada 8 program utama MP3EI yaitu Produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, Iptek, membuka lapangan kerja, meningkatkan promosi dagang, dukungan kelembagaan, pengembangan usaha dan kebijakan pemerintah.

 

Workhsop pengembangan standarnisasi nasional ini bertujuan:

  1. Membuka wawasan perlunya pengembangan SNI dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional sesuai dengan perkembangan iptek.
  2. Meningkatkan pengawasan produk pangan agar kebutuhkan pangan bergizi dan aman dikonsumsi dapat dilaksanakan di NTB.
  3. Meningkatkan potensi produk unggulan NTB.

(Sumber : Yanti Triguna).

Web Analytics