Berita

Menteri Pertanian Suswono Panen Jagung di Desa Tolokalo, Kec Kempo, Kab Dompu

Pin It

Di sela-sela kesibukan dinasnya, Menteri Pertanian Dr.Ir. Suswono, MMA, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat tanggal 21-22 April 2012. Kunjungan kerja Menteri Pertanian untuk melakukan panen raya jagung di Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR Dapil NTB, Deputi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, para pejabat dari Kementerian Pertanian lainnya, Wakil Gubernur NTB, Kepala SKPD lingkup pertanian Provinsi NTB, Bupati Dompu dan jajarannya, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak, i-pasar, pengusaha jagung, petugas, penyuluh, para petani, dan masyarakat luas.

Dalam laporannya, Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin melaporkan bahwa tiga tahun yang lalu luas tanam jagung di Kabupaten Dompu hanya sekitar 3.000 ha, sekarang telah berkembang pesat menjadi 32.390 ha. Kabupaten Dompu yang tadinya urutan 6 dalam produksi jagung di Provinsi NTB kini telah menjadi urutan ke 2. Panen jagung di Dompu pada bulan Pebruari lalu mencapai 3.210 ha, bulan Maret seluas 3.800 ha, diperkirakan bulan April dapat di panen seluas 10.100 ha dan bulan Mei seluas 8.300 ha.

Bupati Dompu menambahkan bahwa untuk memperlancar pengembangan jagung telah dilakukan kerjasama dengan perbankan, khususnya BRI. Perbankan telah menyediakan sarana permodalan bagi para petani jagung. Di akhir sambutannya Bupati Dompu menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain masalah terlambatnya pupuk bersubsidi, belum tersedianya sarana pasca panen seperti mesin pemipil jagung, dan juga pengering biji jagung.

Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, dalam sambutannya sangat mengapresiasi Pemda Dompu dalam pengembangan jagung, yang juga sinergi dengan program utama Pemda NTB yang berbasis PIJAR (sapi, jagung, rumput laut). Kabupaten Dompu diharapkan menjadi contoh pengembangan jagung bagi kabupaten/kota lainnya di NTB. Wagub berharap Menteri Pertanian terus dapat memberikan dukungan bagi Kabupaten Dompu, misalnya dengan pembangunan pabrik pakan.

Menteri Pertanian Dr.Ir. Suswono, MMA, dalam sambutannya menyatakan bahwa sampai sekarang Indonesia masih mengimpor jagung sekitar 2 juta ton, ini tentu merupakan peluang bagi petani jagung di Indonesia untuk meningkatkan produksi sehingga dapat mengurangi, bahkan meniadakan impor. Menurut data, produksi jagung nasional sekitar 17 juta ton dan kebutuhan jagung untuk industri pakan hanya sekitar 10 juta ton, sehingga logikanya Indonesia masih surplus jagung. Mengenai fasilitas perbankan, Mentan mengharapkan agar petani dapat memanfaatkan KURĀ  dan KKPE. Menanggapi masalah kelangkaan atau keterlambatan pupuk bersubsidi, Mentan mengharap agar KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) lebih pro aktif ke lapangan. Terakhir Mentan mengharap agar masyarakat dapat memanfaakan lahan kosong, termasuk pekarangan dengan berbagai jenis tanaman. Sekarang ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yang pada intinya bagaimana keluarga memanfaatkan pekarangannya dengan berbagai tamanan, terutama sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Acara kemudian dilanjutkan dengan panen jagung oleh Menteri Pertanian, didampingi para Dirjen, Wakil Gubernur NTB, dan Bupati Dompu. Malam harinya Menteri Pertanian bertatap muka dan berdiskusi dengan berbagai fihak, baik dari Pemerintah, swasta, hingga kalangan masyarakat pertanian pada umumnya.

Web Analytics