Berita

BPTP NTB Melaksanakan Sosialisasi “Tejapapan” di Sumbawa

Pin It

Pemanfaatan tanaman jagung sebagai pakan ternak sudah sangat dikenal oleh petani ternak di Indonesia, namun biasanya tanaman jagung baru dimanfaatkan untuk pakan ternak setelah panen pipilan jagung dilakukan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak pada saat selang waktu antara tanam sampai panen.

Salah satu alternatif yang sedang dicoba adalah teknis tanam jagung dengan sistem TEJAPAPAN (tanam jagung untuk pakan dan pangan). Tejapapan sendiri merupakan istilah yang diberikan oleh Ir. Muzani pada kegiatan ini selaku anggota tim pengkajian untuk memudahkan penyebutan di lapang. “Tujuan dari kegiatan pengakajian ini adalah memperoleh produksi jagung berupa pipilan dan biomassa jagung sebagai pakan ternak. Guna memenuhi tujuan tersebut maka ada beberapa teknik budidaya jagung yang sedikit berbeda dengan teknik budidaya yang umumnya dilakukan oleh petani yaitu jumlah benih yang digunakan adalah 5 biji benih/lubang tanam dengan 4 kali panen biomassa selama pertumbuhan tanaman jagung yaitu: Umur 30 HST dilakukan panen biomassa pertama, sebanyak 2 tanaman dengan memilih  tanaman dengan kondisi pertumbuhan terjelek; Umur 40 HST dilakukan panen biomassa kedua, sebanyak 1 tanaman dengan  memilih  tanaman dengan kondisi pertumbuhan terjelek; Umur 80 HST dilakukan panen biomassa ketiga dengan melakukan pemangkasan pada daun dibawah tongkol pada 2 tanaman yang tersisa; Pada umur 2 minggu sebelum panen pipilan dilakukan panen biomassa keempat dengan memotong batang bagian atas tanaman jagung” jelas Nurul Agustini., S.Pt  selaku penyuluh dan narasumber dalam kegiatan ini.

Kajian ini dilakukan di daerah sentra produksi jagung di NTB yaitu Kabupaten Lombok Timur yang mewakili pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa mewakili pulau Sumbawa dengan menggunakan 4 varietas jagung yaitu 2 varietas hibrida (Bima-3 dan BISI 16) dan 2 varietas komposit (Lamuru dan Srikandi Kuning). Prioritas kegiatan ini adalah petani jagung yang memiliki ternak baik sapi maupun kerbau. Sosialisasi  ini merupakan salah satu tahapan dalam kegiatan pengkajian berjudul “Kajian Produksi Biomassa dari Beberapa Varietas Jagung Pakan-Pangan Mendukung Program Swasembada Daging Sapi-Kerbau  dan Program Pendapatan Petani di NTB”.

Di Kabupaten Sumbawa telah dilakukan penentuan lokasi selanjutnya sebelum pelaksanaan lapang pada pertengahan April 2012 dilakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan lapang yang bertempat di kelompok tani Pendi Jangi, Dusun Sekokok, Desa Jorok Kecamatan Utan. Pada pertemuan ini Ir. Muzani, selaku penyuluh dari BPTP NTB menekankan perlunya kedisiplinan dari para petani kooperator dalam melaksanakan berbagai tahap agar kegiatan ini nantinya  dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini dihadiri oleh 5 petani kooperator dan 10 orang petani non kooperator serta para penyuluh dari BPP Utan.

Para petani sangat antusias dengan keberadaan program ini dan berharap ke depannya mampu memecahkan masalah ketersediaan pakan ternak mengingat sulitnya mencari pakan ternak terutama pada musim kemarau. Para petani kooperator yang telah dipilih berjanji akan melaksanakan program ini secara disiplin dan terarah, selain itu petani non kooperator bersama-sama akan berusaha mengawal pelaksanaan kegiatan ini di lapangan agar program ini dapat terlaksana dengan baik. (Sumber: Eka Widiastuti, Nurul Agustini)

Web Analytics