Berita

Workshop Pengembangan Kawasan Florikultura Tropis di NTB

Pin It

Bertempat di hotel Lombok Plaza and Convention Mataram pada tanggal 19-20 April 2012 dilaksanakankan workshop “Pengembangan Kawasan Florikultura Tropis” yang diselenggarakan oleh Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Florikutura Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian. Acara dibuka dan sambutan oleh Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Ir. H. L. Mazhuriadi. Dalam sambutannya Kepala Dinas menyampaikan bahwa produksi dan pasar tanaman hias di NTB khususnya Kota Mataram cenderung menurun, sedangkan pada periode tahun 2007-2008 pasar florikultura di NTB khususnya Kota Mataram sangat menjanjikan, hal itu terbukti dengan banyaknya kegiatan promosi seperti kontes tanaman hias, selain itu asosiasi tanaman hias juga cukup banyak. Oleh karena itu  harapan Kepala Dinas agar tahun yang akan datang florikultura dapat berkembang di Mataram dan Kabupaten/kota lain di Provinsi NTB.

Acara dilanjutkan dengan arahan yang disampaikan oleh Direktur Budidaya dan Pasca Panen Florikultura Dirjen Hortikultura Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr sekaligus membuka acara workshop. Dalam Sambutannya Dr.Ir. Ani Andayani menyampaikan bahwa florikultura cenderung berkembang di daerah perkotaan, sesuai dengan kebutuhan pasar. Florikultura yang akan dikembangkan di Provinsi NTB adalah : Krisan, Anggrek, Heliconia (pisang-pisangan), dan daun potong. Pada awalnya Florikultura tropis tersebut dikembangkan di Bali, akan tetapi laju degradasi lahan yang sangat tinggi di Bali, maka pengembangan tanaman tersebut dilaksanakan di Provinsi NTB.

Acara Workshop dibagi menjadi 2 kegiatan, yaitu : a) kegiatan dalam ruangan, yang berupa penyampaian materi dari beberapa narasumber diantaranya : Direktur Budidaya dan Pascapenen Florikultura Dr. Ir. Ani Andayni, M. Agr, Kadis Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Mataram Ir. HL. Mazhuriadi, Pimpinan Bali Orcid Garden (Mr. David dari Sydney) serta Petani Kooperator dari Ketua Gapoktan Sekar Bumi (Bali) dan Kelompok Tani Sekar Ulangan Provinsi NTB; b) kegiatan luar ruangan yang berupa survey ke lapangan calon lokasi pengembangan florikultura di Kecamatan Rembiga Kota Mataram.

Selain diikuti oleh Kelompok tani Florikultura Kota Mataram, acara tersebut juga diikuti oleh Instansi-instansi terkait yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan kawasan florikultura di NTB seperti : BPTP NTB, BPTPH, BPSB, Kasubdit Pascapanen Tanaman Daun dan Bunga Potong serta Dinas Pertanian dan TPH Provinsi NTB.

Kontribusi BPTP NTB (Sebagai UPT di bawah Badan Litbang Pertanian) dalam pengembangan kawasan florikultura di NTB adalah pemberian inovasi teknologi unggul dan spesifik lokasi sehingga diperoleh kualitas dan hasil yang optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani florikultura. (Sumber: Eni Fidiyawati dan Fitrahtunnisa).

 

 

Web Analytics