Berita

Panen Raya dan Temu Lapang Kajian Beberapa Pola Tanam Berbasis Jagung di Lahan Kering Beriklim Kering Sebagai Antisipasi Perubahan Iklim

Pin It

Panen raya dan temu lapang Kajian Beberapa Pola Tanam Berbasis Jagung dilaksanakan di Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat pada akhir Maret 2012. Kegiatan ini dilakukan di lahan jagung milik kelompok tani Cempaka. Panen raya dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian NTB, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sumbawa Barat, petugas, penyuluh pertanian, dan para petani.

Panen jagung secara simbolis dilakukan oleh Wakil Gubernur NTB, Kepala BPTP NTB, Kepala Dinas Pertanian NTB, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Ketua DPRD Sumbawa Barat dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Sumbawa Barat. Acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan dari Kepala Dishutbun Kabupaten Sumbawa Barat dan sambutan Wakil Bupati Sumbawa Barat.

Terakhir, sambutan Wakil Gubernur NTB, yang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya karena acara panen dan temu lapang disambut sangat antusias oleh peserta terutama petani. Selain itu, Wakil Gubernur menyampaikan adanya peningkatan hasil dari panen jagung sebesar 12,5% dari tahun sebelumnya. Namun dari prosuksi jagung di NTB, hanya 6% yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jagung di NTB, 94% sisanya dikirim keluar daerah. Pada masa yang akan datang diharapkan ada peningkatan nilai tambah jagung, misalnya dengan mengolah jagung menjadi bahan olahan makanan yang dapat menambah diversifikasi pangan. Petani tidak hanya memanen tetapi juga mempunyai kemampuan untuk mengolah. Untuk mendukung hal ini diperlukan adanya intervensi teknologi baru dan manajemen yang baik, sehingga jagung dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada beras dan dapat meningkatkan ketahanan pangan.

Kegiatan yang dilakukan di lahan anggota kelompoktani Cempaka ini merupakan pengkajian Beberapa Pola Tanam Berbasis Jagung Di Lahan Kering Beriklim Kering Sebagai Antisipasi Perubahan Iklim yang diinisiasi BPTP NTB, bekerjasama dengan Dishutbun Kabupaten Sumbawa Barat dan para PPL. Jenis jagung yang ditanam adalah jagung hibrida varietas Bima-3 (yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian)  pada lahan seluas 4 ha. Dilahan ini dilakukan relay dan tumpangsari jagung dengan wijen, kacang hijau, dan kacang tanah. Hasil panen ubinan jagung hibrida Bima-3 rata-rata mencapai 10 ton/ha pipilan kering, suatu prestasi yang membanggakan. Petani sangat bersyukur dengan model kajian ini karena dapat meningkatkan pendapatan dari jagung dan tanaman tumpang sari dan tumpang gilir (relay planting), kacang tanah, kacang hijau, maupun wijen. (Yurista Sulistyawati dan H.A.Suriadi).

Web Analytics