Berita

Kunjungan KWT Anggrek Ungu ke MKRPL Karya Harum Karang Sidemen

Pin It

Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Unggu, Lingkungan Mapak Belatung, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Maret 2012, melakukan kunjungan ke MKRPL Karya Harum, Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah. Kunjungan tersebut bertujuan melihat kondisi MKRPL Karya Harum, cara pemanfaatan pekarangan serta Kebun Bibit Desa (KBD) untuk memudahkan anggota KWT mengembangkan MKRPL di wilayahnya. Perwakilan KWT didampingi PPL Kelurahan Jempong Baru Theodore Junita Hutahaean, SP.

Pengurus KWT diterima Ketua Kelompok Tani Karya Harum Nurifansyah, dan Penanggung Jawab MKRPL BPTP NTB Dr. H. Moh. Nazam, SP.,M.Si. Pada kesempatan tersebut Moh. Nazam menjelaskan proses membangun MKRPL di Desa Karang Sidemen hingga terbentuk seperti sekarang ini. Kondisi awal pekarangan rumah petani tidak jauh berbeda dengan kondisi pekarangan di Mapak Belatung. Pekarangan hanya ditanami tanaman tahunan seperti manggis, rambutan dan beberapa petani memelihara ternak ayam baik secara dilepas maupun ada sebagian yang sudah mengandangkan.

PPL Jempong Baru menanyakan tentang bentuk-bentuk pembinaan yang dilakukan oleh BPTP NTB dalam membangun MKRPL serta bantuan yang diberikan kepada petani. Nazam menjelaskan bahwa proses membangun MKRPL dilakukan melalui beberapa tahapan; mulai dari penentuan lokasi, sosialisasi kepada peserta, implementasi, sekolah lapang dan  lokakarya lapang. Pada lokakarya lapang BPTP mengundang Dinas/Instansi yang terkait baik di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kepala Desa/Lurah setempat. Bantuan yang diberikan oleh BPTP NTB bersifat stimulan baik dalam bentuk benih atau bibit maupun bahan pendukung agar penerapan teknologi dapat berjalan dengan baik. Hal yang sangat penting dalam membangun MKRPL adalah motivasi para peserta agar pekarangan dapat berfungsi sebagai rumah pangan yang berlangsung kontinyu dan berkesinambungan (lestari). Dalam MKRPL harus tersedia kebun bibit desa (KBD) yang menghasilkan bibit secara terus menerus, pemanfaatan  limbah tanaman dan ternak sebagai media tanam dan penyubur tanah, pemanfaatan bahan bekas sebagai wadah media.

Ditanya mengenai manfaat yang dirasakan oleh petani dengan kehadiran MKRPL di Karang Sidemen. Nurifansyah menjelaskan bahwa manfaat langsung yang diperoleh dari MKRPL adalah meningkatnya akses pangan dan gizi keluarga serta pendapatan petani. Apabila dihitung-hitung secara lebih rinci kehadiran MKRPL dapat menghemat pengeluaran rumah tangga antara Rp.450.000 s/d Rp. 600.000 per bulan serta tambahan pendapatan dari hasil penjualan sebesar Rp. 50.000 – Rp. 100.000 per bulan. Beberapa hasil pekarangan juga telah dapat diolah menjadi berbagai bentuk olahan, seperti renggina singkong, jus tomat, dodol tomat, kripik bayam dan kripik bungkil pisang.  (Sumber : M Nazam).

Web Analytics