Berita

RAT KPRI Cipta Warga Sejahtera BPTP NTB

Pin It

Bertempat di ruang sidang BPTP NTB  pada hari Kamis tanggal 5 April 2012 diadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Cipta Warga Sejahtera BPTP NTB tahun buku 2011. Rapat dibuka oleh ketua KPRI Cipta Warga Sejahtera BPTP NTB Ir. Kukuh Wahyu W, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina KPRI Cipta Warga Sejahtera Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, Dinas Koperasi Lombok Barat dan dari Pembina Pusat KPRI Lombok Barat yaitu Drs H. Nurmain Suriadi. Dalam sambutannya, Pembina Pusat KPRI Lombok Barat menyampaikan apresiasi kepada Koperasi Cipta Warga Sejahtera BPTP NTB atas terselenggaranya RAT ini, karena belum semua koperasi di Kabupaten Lombok Barat melaksankan RAT.

Kepala BPTP NTB selaku Pembina Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, mengaharapkan agar forum RAT dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh anggota untuk mengevaluasi kegiatan tahun 2011, dan usul pengembangan di tahun 2012. Kepala BPTP NTB juga berpesan agar dalam menyampaikan pendapat, saran dan pertanyaan dilakukan secara obyektif dan santun dalam nuansa penuh kekeluargaan.

Acara dilanjutkan dengan sidang pleno yang teridiri dari Laporan Umum Pengurus, Laporan Pengawas dan Laporan Keuangan. Selaku pengurus koperasi  Ir. Kukuh Wahyu W juga menyampaikan pertanggungjawaban koperasi selama setahun terakhir, di antaranya adalah neraca keuangan, laporan laba-rugi, arus kas koperasi, penyaluran pinjaman perbulan, daftar simpanan anggota, daftar piutang dan  daftar Sisa Hasil Usaha (SHU), yang semuanya dibahas secara demokratis dan transparan. Dalam menanggapi pertanggungjawaban pengurus, peserta RAT diberikan kesempatan untuk menanggapi laporan tersebut dan dijawab secara transparan dan bijaksana oleh pengurus dan pengawas KPRI Cipta Warga Sejahtera. Dalam acara tersebut banyak tanggapan dari peserta RAT yang mengharapkan untuk perubahan yang lebih baik bagi perkembangan KPRI Cipta Warga Sejahtera. Dalam hal usul saran yang menyimpang dari anggaran dasar masih dipertanyakan pada tingkat pusat, karena walaupun RAT merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi masih ada peraturan yang lebih tinggi seperti undang-undang dan peraturan di bidang perkoperasian.

Sesi yang paling ditunggu oleh peserta RAT adalah menyetujui dan mengesahkan pembagian SHU. Ketika pengurus mengajukan pertanyaan tentang persetujuan untuk dibagi “SHU” dengan serempak anggota yang berada di dalam ruangan mengucapkan  “setuju”. Dari perhitungan hasil usaha Koperasi Cipta Warga Sejahtera diperoleh laba SHU sebesar Rp 167.996.325,-, semoga ditahun yang akan datang Koperasi Cipta Warga Sejahtera memperoleh yang lebih besar, amin…..

Selanjutnya, mengambil keputusan serta mengesahkan  rencana kerja, anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk satu tahun berjalan. ”Pelaksanaan RAT seperti ini, sebagai perwujudan dari amanat undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, dan sekaligus juga memenuhi amanat yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KPRI,” (Sumber: Ria Rustiana)

Web Analytics