Berita

Wagub NTB: Kembangkan Kawasan Agropolitan “Tamase” Sebagai Sentra Agribisnis Buah-Buahan

Pin It

Kawasan agropolitan “Tamase” telah ditetapkan sebagai lokasi pengembangan agribisnis pertanian khususnya buah-buahan oleh pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, karena itu sangatlah tepat pilihan untuk mengembangkan Sakaya (Srikaya) di daerah Utan. Srikaya yang berasal dari Utan mempunyai kekhasan rasa dan isinya yang tebal dibanding Sakaya dari daerah Bima, Dompu maupun dari Lombok Timur. Demikian disampaikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Ir. Bandrul Munir, MM saat membuka kegiatan Seminar Agribisnis Srikaya di Utan Kabupaten Sumbawa, Sabtu 24 Maret 2012 lalu. Ditambahnya komoditas Srikaya telah lama diusahakan oleh masyarakat lahan kering di Nusa Tenggara Barat sehingga memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekonomisnya untuk peningkatan pendapatan masyarakat.

Sebelum dibuka, koordinator bidang seminar Dr. Ir. Praptomo MS, melaporkan bahwa pelaksanaan seminar agribisnis Srikaya ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Sakaya 2012. Narasumber yang dihadirkan antara lain Badan Litbang Pertanian (Balai Penelitian Buah Tropika Solok), Direktur buah, Ditjen Hortikultura, Bakorluh Provinsi NTB dan Pelaku Usaha Agribisnis Sakaya. Dalam laporannya Dr. Dwi Praptomo S., MS menyampaikan bahwa seminar ini diikuti oleh 200 orang penyuluh dan petani Srikaya dari kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Selain makalah utama juga ditampilkan makalah penunjang yang berasal dari BPTP NTB.

Diharapkan dengan adanya festival sakaya ini akan dapat meningkatkan perhatian pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat (Kementerian Pertanian) untuk mengembangkan agribisnis Srikaya di Nusa Temggara Barat. (Sumber: Prisdiminggo)

Web Analytics