Berita

Keceriaan Petani Saat Panen di Lokasi Laboratorium Lapang Desa Woko

Pin It

Waktu panen adalah saat-saat yang paling dinanti oleh para petani. Jerih payah yang telah dilakukan selama berbulan-bulan seakan terhapus dengan hasil yang sebentar lagi diperoleh. Hal inilah yang dirasakan oleh Ahmad Diro, salah seorang petani yang tergabung dalam kelompoktani Pade Girang di Desa Woko Kec. Pajo Kab. Dompu. Keceriaan itu tidak saja terpancar dari wajah Ahmad Diro melainkan juga tampak tersirat jelas dari beberapa anggota kelompok lainnya, serta Johansyah, SP selaku PPL pendamping yang saat itu ikut menghadiri kegiatan panen di lahan Ahmad Diro.

Kelompoktani Pade Girang merupakan salah satu dari sekian banyak kelompoktani yang mendapat kesempatan untuk melakukan percontohan Laboraturium Lapangan kegiatan SL-PTT padi varietas Inpari 4 dan Inpari 7, dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo 5:1 dengan jarak tanam 25 x 25 x 50 cm. Antusias Ahmad Diro dan rekan-rekannya tersebut menggambarkan bahwa, kegiatan SL-PTT yang dinaungi oleh BPTP NTB  mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat.

Hasil panen Ahmad Diro  yaitu 8,57 ton/ha untuk Inpari 7, sedangkan untuk Inpari 4 belum dilakukan panen. Hasil yang diperoleh  terbilang cukup bagus,  mengingat pertanaman ini dilakukan di lahan sawah tadah hujan. Keberhasilan Laboraturium Lapangan yang dilakukan kelompok tani Pade Girang tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani itu sendiri, dukungan PPL setempat serta kontribusi BPTP yang selalu memberikan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan keberhasilan disektor pertanian.

Kegiatan ini tentunya dapat di jadikan tolak ukur keberhasilan yang lebih baik ke depannya. Dukungan instansi-instansi terkait sangat membantu untuk peningkatan produksi padi NTB guna mewujudkan program pemerintah menuju swasembada beras. Disamping itu, keberhasilan petani seperti Ahmad Diro tentunya dapat membantu mempertahankan citra NTB sebagai salah satu daerah pemasok beras nasional. (Sumber : Yuliana Susanti).

Web Analytics