Berita

Workshop Perencanaan Partisipatif dan Sosialisasi MKRPL di Kota Mataram

Pin It

 

Workshop Perencanaan Partisipatif dan Sosialisasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) telah berlangsung di Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Unggu, Lingkungan Mapak Belatung, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada hari Jum’at, 02 Maret 2012, yang diselenggarakan oleh BPTP NTB. Para peserta workshop menyambut baik kehadiran (MKRPL) yang ditunjukkan dari antusiasme para peserta ketika Workshop berlangsung. Workshop diikuti seluruh anggota KWT ”Anggrek Ungu” sebanyak 20 orang dan dihadiri oleh PPL Desa Jempong Baru, Kontaktani Andalan Kota Mataram dan Kepala Lingkungan Mapak Belatung.

Materi sosialisasi dsampaikan oleh Dr. H. Moh. Nazam, SP.M.Si selaku penanggung jawab kegiatan MKRPL BPTP NTB TA. 2012. Para peserta nampak serius mengikuti penjelasan tentang MKRPL, selain karena materinya sangat menyentuh kebutuhan rumah tangga, juga karena cara penyampaiannya yang cukup menarik dengan menunjukkan foto-foto cara pemanfaatan pekarangan dalam MKRPL. Pada kesempatan tersebut para peserta mempertanyakan bagaimana implementasi MKRPL dan cara mengatasi gangguan ayam yang sering merusak tanaman di pekarangan. Menurut Moh. Nazam, pada prinsipnya MKRPL adalah model pemanfaatan dan penataan pekarangan agar tanaman dan ternak dapat bersinergi menghasilkan pangan secara terus menerus (lestari) untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Ternak ayam merupakan salah satu komoditas yang dapat bersinergi dengan komoditas tanaman dan menjadi bagian dari implementasi MKRPL. Oleh karena itu dalam implementasi MKRPL diperlukan penataan kelembagaan dan sosial masyarakat, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan tanaman dan ternak agar dapat memberikan hasil yang optimal. Kotoran ternak sangat diperlukan sebagai bahan pembuatan kompos untuk menghasilkan pupuk organik yang sangat baik untuk media tanam.

Manfaat langsung yang diperoleh dari kehadiran MKRPL adalah meningkatkan akses pangan dan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Hasil implementasi MKRPL yang dilaksanakan oleh kelompok tani ”Karya Harum” Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah menunjukkan bahwa dalam waktu 2-3 bulan kehadirnan MKRPL telah dapat menghemat pengeluaran rumah tangga antara Rp.450.000 s/d Rp. 600.000 per bulan serta tambahan pendapatan dari hasil penjualan sebesar Rp. 50.000 – Rp. 100.000 per bulan.

Selesai penyampaian materi sosialisasi, selanjutnya dilakukan perencanaan partisipatif yang dipandu oleh Dr. Ir. K. Puspadi, M.Ed dan Dr. H.A. Suryadi, SP.M.Agr.Sc. Dalam kegiatan tersebut dikumpulkan pendapat dari peserta mengenai kebutuhan komoditas sayuran yang ingin ditanam, bahan atau material yang tersedia dan yang tidak tersedia. Perencanaan diawali dengan pemetaan lokasi rumah masing-masing anggota kelompok untuk menentukan jumlah kebutuhan dan strategi penataan pekarangan yang baik.

Hal yang terpenting dalam membangun MKRPL adalah motivasi para peserta membangun MKRPL agar dapat berfungsi sebagai rumah pangan yang berlangsung kontinyu dan berkesinambungan (lestari). Dalam MKRPL harus tersedia kebun bibit desa (KBD) yang dapat menghasilkan dan menyediakan bibit secara terus menerus, pemanfaatan  limbah tanaman dan ternak yang tersedia sebagai media tanam dan penyubur tanaman, pemanfaatan bahan bekas maupun bahan lokal sebagai wadah media tanam. (Sumber : Moh. Nazam)

 

Web Analytics