Berita

BPTP Jadi Nara Sumber “Teknologi Pengolahan Kedelai Berbasis GMP”

Pin It

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengembangan Agroindustri Tanaman Pangan, Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian melaksanakan kegiatan “Bimbingan Teknis Agroindustri tanaman Pangan” dengan basis komoditas kedelai. Pelaksanaan dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 23-24 Februari 2012 di The Santosa Villas & Resort Lombok yang diikuti oleh 45 peserta berasal dari Sembilan Provinsi di seluruh Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bimbingan teknis kepada aparatur yang nantinya akan dikembangkan kepada pelaku usaha di daerah.

Materi “Bimbingan Teknis Agroindustri Tanaman Pangan” ini di sampaikan dari berbagai narasumber seperti; Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, BPOM NTB, Disperindag NTB, Perbankan, BPTP NTB dan Pelaku Usaha. Adapun materi yang disampaikan oleh staf BPTP NTB adalah “Teknologi Pengolahan Kedelai Berbasis GMP”. Mengingat peserta berasal dari berbagai daerah dengan pengalaman dan pengetahuan yang beragam pelatihan terasa menarik karena pada sesi diskusi terjadi suasana tukar pengalaman diantara peserta maupun narasumber. Materi tentang “Teknologi Pengolahan Kedelai Berbasis GMP” dipandang sangat penting mengingat pelaku usaha kecil di daerah-daerah belum sepenuhnya dapat menerapkan Teknologi Pengolahan Kedelai Berbasis GMP”, karena kurang sosialisasi instansi terkait, padahal perkembangan industri pangan dewasa ini meningkat dengan sangat pesat. Good Manufacturing Practice (GMP) merupakan suatu pedoman bagi industri terutama industri yang terkait dengan pangan, kosmetik, farmasi dan peralatan medis (medical devices) untuk meningkatkan mutu hasil produksinya terutama terkait dengan keamanan dan keselamatan konsumen yang mengkonsumsi atau menggunakan produk-produknya. Seiring dengan perkembangan industri saat ini banyak ditemui masalah yang berkaitan dengan hal yang ditimbulkan karena adanya kontaminasi dalam proses produksi dari produk-produk tersebut. Dengan keadaan tersebut dalam upaya melindungi keamanan konsumen Pemerintah Indonesia mensyaratkan bagi industri-industri untuk menerapkan GMP. Harapan Kasubdit PHTP selaku moderator pada akhir pertemuan bahwa sekiranya materi yang telah sampaikan oleh berbagai narasumber dapat menjadi pedoman untuk mengembangakan pelaku usaha di daerah masing-masing. (Sumber: Ria Rustiana).

Web Analytics