Berita

Workshop Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) Berbasis Usaha Agribisnis Pertanian Di NTB

Pin It

Workshop pelaksanaan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) Berbasis Usaha Agribisnis Pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaksanakan di Desa Setanggor, Kec. Praya Barat, Kab. Lombok Tengah Provinsi NTB pada tanggal 23 Pebruari 2012. Sebelumnya kegiatan Workshop perencanaan telah dilakukan pada tanggal 16 Pebruari 2012 yang dihadiri oleh 4 Gapoktan dan 16 Poktan serta mitra pengusaha benih dan perusahaan swasta. Kegiatan wokrkshop prencanaan dan pelaksanaan MP3MI bertujuan untuk membangun kemitraan usaha agribisnis  antara petani padi, jagung, dan kedelai dengan pihak perusahaan swasta, pengusaha benih, penangkar benih dan stakeholder lainnya dari unsur pemerintah daerah kabupaten, kecamatan, dan desa. Dalam kemitraan usaha agribisnis pertanian diperlukan jaringan komunikasi dan kerjasama serta integrasi kegiatan pengkajian BPTP NTB dengan program pembangunan dari pemerintah daerah dan kegiatan kerjasama bisnis dari perusahaan swasta dan pengusaha lokal yang bergerak di bidang pertanian.

Dalam workshop pelaksanaan MP3MI tanggal 23 Pebruari 2012 dihariri oleh 4 Gapoktan dan 16 Poktan, pemerintahan desa Setanggor, Tanak Rarang, dan Pandan Indah. Dari pihak mitra dihariri oleh BP3K, PPL, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Lombok Tengah, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Lombok Tengah, Bapeluh (BP4K) Kab. Lombok Tengah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM kab. Lombok Tengah, Direktur PT Pertani, Direktur iPASAR/ Koperasi Selaras / PT Sugih, dan pengusaha benih (UD Mekar Tani, UD Humfik, UD Rahman Tani) dan para penangkar benih.

BPTP yang memfasilitasi workshop perencanaan dan pelaksanaan MP3MI mendapat respon positif dari para petani dan pihak mitra untuk memulai membangun kerjasama dalam usaha agribisnis pertanian. Dr. Ir. Ketut Puspadi, MEd selaku moderator dalam kegiatan tersebut menjelaskan secara singkat tentang kegiatan MP3MI yang lebih diarahkan pada usaha agribisnis sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah dalam produksi padi, jagung dan kedelai. Untuk meningkatkan produksi diperlukan penggunaan teknologi sesuai anjuran. Dalam pertemuan tersebut PT Pertani dan PT iPASAR menawarkan kerjasama dengan mengintegrasikan kegiatan MP3MI dengan Program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi) untuk pengembangan komoditas jagung dan padi. Atas penawaran kerjasama tersebut, petani masih mempertimbangkan berdasarkan analisis mereka dari paket teknologi yang ditawarkan. Petani menghendaki untuk melakukan uji coba dari paket yang ditawarkan, karena beberapa komponen paket teknologi yang ditawarkan belum dilihat buktinya. Oleh karena itu, melalui kegiatan MP3MI, BPTP akan melakukan demplot untuk menguji beberapa komponen teknologi yang ditawarkan oleh PT Pertani untuk komoditas padi seluas 4 ha.

Disamping itu PT Pertani menawarkan kerjasama melalui sistem Resi Gudang untuk tunda jual hasil padi dan jagung guna memperoleh harga yang lebih layak. Resi Gudang menarik bagi petani terutama dapat dilakukan setelah panen MK I sambil menunggu persyaratan SNI dari PT Pertani. Selain itu petani di desa Setanggor dan Tanak Rarang telah melakukan kerjasama dalam produksi benih padi dengan pihak perusahan swasta lainnya dan pengusaha benih serta penangkar. Diharapkan ke depan kedua desa tersebut dapat menjadi sentra produksi benih padi, kedelai dan jagung komposit.

Kantor Ketahanan Pangan Kab. Lombok Tengah telah memverifikasi Gapoktan Mertak Jati untuk agar mendapatkan rekomendasi dari Tim Teknis kabupaten dan propinsi untuk memberikan bantuan sosial (Bansos) melalui program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) pada tahap I sebesar Rp. 150.000.000,-, dengan rincian Rp.30.000.000 untuk pembangunan gudang, Rp.120.000.000 digunakan untuk distribusi pangan (jual beli gabah) dan pengolahan (pengolahan gabah menjadi beras). Kegiatan Resi Gudang dengan program LDPM dapat diintegrasikan guna peningkatan nilai tambah bagi petani. Gapoktan Mertak Jati, Jati Agung dan Makmur Bersama akan membangun kerjasama yang teritegrasi untuk melakukan berbagai kegiatan bisnis yang ditawarkan oleh BPTP maupun perusahaan swasta serta pengusaha lokal. Diskusi berjalan lancar, meskipun petani masih mempertimbangkan penawaran kerjasama yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan swasta tersebut. Workshop tersebut telah ditindaklanjuti dengan pertemuan pada hari Sabtu, 25 Februari 2012 di Sekretariat Gapoktan Jatu Agung, desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kab. Lombok Tengah guna merencanakan jadwal kegiatan usaha agribisnis pertanian mendukung kegiatan MP3MI. (Sumber: Yohanes G.B dan Kukuh Wahyu).

Web Analytics