Berita

Sosialisasi Peraturan Gubernur NTB Nomor : 17 Tahun 2011 Tentang Peredaran Benih Kentang

Pin It

Dalam rangka mempertahankan kawasan Sembalun – Lombok Timur sebagai daerah bebas NSK (Nematoda Sista Kuning) dan mengantisipasi OPTK (Organisme Pengganggu Tanaman Karantina) lain yang akan mengancam keberlangsungan sistem budidaya kentang dan komoditas hortikultura lainya serta untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha kentang baik perorangan, badan hukum ataupun swasta, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB dan Balai Karantina Kelas I Mataram menginisiasi kegiatan sosialisasi Peraturan Gubernur NTB tentang Peredaran Benih Kentang. Semua pelaksanaan kegiatan ini didukung dan sesuai naskah kerjasama ACIAR  Nomor AGB/2005/167 kegiatan Optimasi Produktivitas Kentang di Sembalun. Setelah melewati proses yang panjang untuk merumuskan Pergub tersebut akhirnya pada tanggal 11 Desember 2011 telah diundangkan dalam Berita Daerah Provinsi NTB, Nomor 132 Tahun 2011 Peraturan Gubernur NTB  Nomor : 17 Tahun 2011 Tentang Peredaran Benih Kentang.

Sosialisasi berlangsung  pada hari Selasa14 Februari 2012 di Aula Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB. Acara Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian TPH dan dihadiri Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan RI, Ir Sri Wijayanti Yusuf., MAgr.Sc., sebagai bentuk apresiasi terhadap terbitnya regulasi dari daerah yang mendukung system perbenihan di NTB. Peserta sosialisasi sebanyak 60 orang, terdiri dari beberapa instansi terkait  antara lain Biro Ekonomi, Biro Hukum Provinsi NTB, Balai Karantina Pertanian Mataram, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Bakorluh Propinsi NTB, Balai Pengkajian Teknologi  Pertanian NTB, Balai Benih Induk  Tanaman Pangan dan Hortikultura Narmada, Balai Sertifikasi Benih, Balai Proteksi Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan  Disperindag sepulau Lombok, Bapeluh se Pulau Lombok, UPTB dan UPTD  Sembalun, Camat dan semua Kepala Desa dan PPL se Kecamatan Sembalun dan Kelompok Tani Horsela Sembalun.

Tujuan diterbitkannya Peraturan Gubernur  ini adalah untuk :

  1. Menjamin kelestarian sumber daya genetic, meningkatkan keragaman genetic dan menjaga keamanan hayati.
  2. Menjamin ketersediaan benih kentang secara berkesinambungan
  3. Menumbuhkembangkan industri perbenihan kentang dalam daerah dan
  4. Mencegah masuknya dan tersebarnya Nematoda Sista kuning (NSK) dan Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) lainnya yang dapat merugikan petani kentang di Nusa Tenggara Barat.

Materi utama yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor : 17 Tahun 2012 tentang Peredaran benih Kentang yang disampaikan oleh Kepala Biro Hukum Propinsi NTB. Selain disosialisasikan Pergub tersebut juga disampaikan juga materi pendukung yang dipresentasikan secara oral yaitu :

  1. Pencapain Ketersediaan dan Strategi Pengembangan Benih Kentang Tahun 2012 Oleh Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian
  2. Kebijakan Perbenihan Hortikultura di NTB oleh Kepala Dinas Petanian TPH
  3. Optimasi Produktivitas Kentang di Sembalun oleh Kepala BPTP NTB
  4. Peran Karantina Dalam Pengawasan Sirkulasi Benih di NTB
  5. Harapan dan Himbauan Petani Sembalun sebagai Pelaku usaha Kentang oleh Ketua kelompoktani Horsela Sembalun.

Dengan sosialisasi Peraturan Gubernur  ini diharapkan kepada semua stakeholder dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama mengimplementasikan serta mengamankan, mengawasi dan mentaati system peredaran benih kentang di Nusa Tenggara Barat serta mensosialisasikan lebih lanjut ke level di bawahnya. (Sumber : Sudjudi).

Web Analytics