Berita

BPTP NTB Berpartisipasi dalam Konferensi International tentang Ilmu-Ilmu Kimia, Biologi dan Lingkungan 2011 di Bangkok Thailand

Pin It

Tim kentang BPTP NTB berpartisipasi dalam konferensi internasional yang membahas mengenai ilmu-ilmu kimia, biologi dan lingkungan yang diadakan pada tanggal 23-24 Desember 2011 di First Hotel Bangkok – Thailand. Tim kentang BPTP NTB diwakili oleh dua peneliti BPTP yaitu Baiq Nurul Hidayah dan Sudjudi. Pada konferensi ini, tim BPTP NTB mempresentasikan makalah yang berjudul “Farmers Initiated Learning on Improving Strategies for Controlling Potato Late Blight Disease Phytophthora sp in Sembalun Highlands Indonesia”. Participasi tim kentang BPTP NTB pada konferensi ini disponsori oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Konferensi internasional tentang Ilmu-Ilmu Kimia, Biologi dan Lingkungan ini bertujuan untuk mempresentasikan penelitian-penelitian terkini yang dilaksanakan di berbagai Negara. Ide konferensi ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada para peneliti, ilmuwan, teknisi dan mahasiswa dari berbagai negara untuk memaparkan hasil-hasil penelitian mereka dengan maksud untuk membangun suatu kerjasama antara dunia penelitian dengan dunia industri. Konferensi ini memberikan kesempatan kepada masing masing delegasi untuk saling bertukar ide dan pengalaman secara langsung guna membangun kolaborasi di masa mendatang. Konferensi ini diselengarakan oleh Platenary Scientific Research Centre (PSRC) (www.psrcentre.org) bekerja sama dengan ISEM Society dan SRM University Thailand.

Konferensi tersebut dibuka secara resmi oleh direktur Planetary Scientific Research Centre (PSRC), Prof. Dr. Parvinder S. Sandhu, dan diikuti oleh presentasi dari 3 pembicara inti. Selama dua hari konferensi tersebut, seluruh peserta konferensi mempresentasikan makalah mereka yang telah lulus seleksi tim penilai. Makalah yang dipresentasikan oleh tim kentang BPTP NTB adalah bagian dari penelitian kolaborasi antara BPTP NTB dengan Department of Agriculture and Food Western Australia (DAFWA) yang disponsori oleh ACIAR. Makalah yang dipresentasikan berisi upaya-upaya untuk membantu petani mengurangi biaya pengendalian penyakit busuk daun yang disebabkan oleh Phytophthora sp. serta mengurangi dampak penggunaan pestisida pada lingkungan. Hal ini penting karena kentang adalah komoditi yang relatif baru diusahakan dalam skala besar sehingga perlu teknik budidaya yang lebih spesifik lokasi. Hasil dari teknik baru yang dikembangkan di Sembalun ini mampu meningkatkan hasil panen, mengurangi intensitas penyakit busuk daun serta meningkatkan pendapatan petani.  (Sumber : Baiq Nurul Hidayah dan Sudjudi)

Web Analytics