Berita

Workshop Kelembagaan dan Pengembangan Kemitraan Perbenihan Padi di Provinsi NTB

Pin It

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari hasil workshop pemetaan dan perencanaan benih VUB yang telah selesai dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di NTB, demikian kata pengantar Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo.S, MS dalam sambutannya pada Workshop kelembagaan dan pengembangan kemitraan perbenihan padi di NTB, Selasa 20 Desember 2011 di Aula BPTP NTB yang dihadiri oleh institusi pertanian antara lain Dinas Pertanian Prov, Bakorluh, BPSB Prov, BBI, PT Pertani, BBU, Penangkar Benih Pulau Lombok,  Poktan, Gapoktan dan para para penanggungjawab LO SLPTT BPTP NTB. Lebih lanjut Dr. Dwi Praptomo menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan desiminasi varietas yang telah dihasilkan oleh Badan Litbangtan, BPTP NTB sejak 2007 dalam mendukung program P2BN telah membentuk Unit Pengelola Benih Sumber UPBS), yang bertugas memperbanyak dan menyebarkan varietas unggul baru. VUB harus cepat diketahui dan diterima petani, karena kita tidak bisa menghandalkan varietas – varietas unggul lama seperti Ciherang yang dominasinya sangat tinggi di wilayah kita, bahkan Nasional, tetapi disisi lain, varietas tersebut telah mengalami penurunan ketahanan terhadap cekaman lingkungan,yang akhirnya akan menurunkan produktifitas sehingga harus dicarikan varietas alternatif.

Mengakhiri sambutannya Kepala BPTP NTB menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penangkar  benih yang telah merespon VUB dengan mengembangkan dalam skala yang lebih luas di wilayah masing-masing. Dan dari hasil monitoring  baik pulau Lombok maupun pulau Sumbawa, telah banyak VUB seperti Inpari 1 sampai 13 dikembangkan petani kita. BPTP hanya mempromosikan VUB selanjutnya peluang pengembangan diserahkan kepada institusi atau lembaga yang sesuai dengan tupoksinya. Upaya percepatan penyebaran VUB telah dan akan terus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas dan produksi padi kita.

Disisi lain Dr. M Nazam sebagai penyaji materi worshop menyampaikan rangkuman permasalahan perbenihan dari hasil workshop pemetaan dan perencanaan benih VUB di sepuluh kabupaten /kota. Ada 16 permasalahan yang teruangkap dan hampir semua dialami oleh seluruh  kabupaten / kota di NTB, adalah : Penangkar kurang modal, Benih sumber tidak tersedia, Penangkar tidak mentaati prosedur sertifikasi, Demplot VUB kurang, BLBU tidak sesuai permintaan, Benih BLBU selalu terlambat, Proses pelabelan terlalu lama, jumlah penangkar kurang, tenaga sertifikasi sangat kurang, kerjasama kemitraan kurang baik, Penangkar merasa kalah bersaing dengan BLBU, Masalah PAD bagi semua BBU dan BBI, penangkar kurang informasi, kualitas benih kurang baik, dan harga benih kurang terjangkau. Sementara itu dalam diskusi banyak saran-saran yang diberikan oleh penangkar maupun dinas – dinas terkait dan institusi lain di antaranya adalah ; Alur benih di NTB belum berjalan semestinya. Perlu adanya klasifikasi oleh BPSB terhadap Produksen benih terkait dengan kewenangan memproduksi benih berdasarkan kelas. Diharapkan Pemenang tender PSO  mengakomodir hasil dari penangkar lokal dalam melaksanakan pendampingan SLPTT padi dimasing-masing kabupaten.Peran Penyuluh perlu ditempatkan pada posisi yang semestinya dalam proses adopsi teknologi khususnya VUB padi.Adanya koordinasi dan sinkronisasi kewenangnan antara BPTP, BBI dalam menyediakan benih sumber padi.Perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antara penangkar dan pengawas dalam produksi benih agar meningkatkan kualitas benih yang di produksi. (Sumber : Sabar Untung)

 

Web Analytics