Berita

Workshop, Temu Lapang dan Sosialisasi Teknologi Sumber Daya Lahan di NTB

Pin It

Balai Besar Litbang Sumber Daya lahan Pertanian (BBSDLP) telah menyelenggarakan Workshop, Temu Lapang dan Sosialisasi Teknologi Sumber Daya Lahan di Nusa Tenggara Barat selama 2 hari. Kegiatan ini dimulai tanggal 30 Nopember sampai dengan 1 Desember 2011 yang diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari unsur Balitanah, Balit Klimat, BB Biogen, Balitser, Lolit Grati, BPTP NTB, BPTP NTT, Dinas Pertanian TPH NTB, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Se-NTB, Bakorluh, Bapeluh/BP4K Se-NTB dan petugas penyuluh lapang (PPL). Kegiatan ini dibuka oleh kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSLDP) Bogor, Dr. Muhrizal Sarwani. Dalam sambutannya Kepala BBSLDP berharap agar teknologi yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan produktivitas pertanian di NTB.

Materi workshop yang disampaikan pada hari pertama meliputi pengetahuan teknologi tentang Sistem Pertanian Terpadu Lahan Kering Iklim Kering(SPT LKIK), Kalender Tanam (KATAM), praktek penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK). Antusiasme peserta workshop sangat tinggi, hal ini ditunjukkan oleh peran serta aktif peserta dalam setiap sesi diskusi dan praktek langsung membaca peta KATAM serta peserta membawa sampel tanah sendiri dari wilayah masing – masing untuk menguji kandungan unsur N, P, K dan PH tanah dengan menggunakan PUTS dan PUTK.

Hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan lapang menuju lokasi demfarm PTT Padi di Desa Perian Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur. Di lokasi ini peserta dapat memperoleh informasi tentang varietas unggul baru yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui kegiatan demfarm yang dilaksanakan oleh BPTP NTB yang merupakan bagian dari program SL PTT. Varietas unggul baru yang diintroduksikan terdiri dari Inpari 7, Inpari 10 dan Inpari 13. Dari keragaan pertumbuhan varietas padi tersebut preferensi petani tertuju pada padi varietas inpari 7 karena pertumbuhan sangat baik dan tidak terlihat adanya serangan OPT, kemudian preferensi kedua yaitu Inpari 10 yang sangat cocok dengan agroekosistem setempat dan yang ketiga Inpari 13 terserang penyakit busuk leher di beberapa tanaman sehingga pengisian malai tidak sempurna.

Setelah kunjungan lapang di desa Perian, perjalanan dilanjutkan ke Desa Puncak Jeringo Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur untuk melihat model Sistem Pertanian Terpadu Lahan Kering Iklim Kering yang telah dikembangkan BPTP NTB. Model yang ditampilkan meliputi pengelolaan lahan dan efisensi air dengan memanfaatkan springkler untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman jagung dan sayuran yang diusahakan, model integrasi tanaman dan ternak dengan konsep zero waste dan petani telah mampu mengolah limbah kotoran sapi menjadi kompos yang siap diaplikasikan bagi pertanaman.

Dalam temu lapang ini disampaikan ucapan terima kasih petani terhadap BBSDLP dan BPTP NTB serta pemda setempat karena program tersebut sangat membantu masyakarat di lokasi pengkajian dalam perbaikan teknologi budidaya pertanian.

Tugas besar pemerintah belum selesai hingga terjadi perubahan perilaku petani terhadap lingkungan sekitarnya dalam memulai suatu bisnis usaha tani yang menguntungkan bagi perkembangan pertanian selanjutnya. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dan pendampingan yang intensif dari semua pihak untuk dapat mewujudkan surplus beras pada tahun 2014 mendatang. (Sumber: Hiryana Windiyani & Ahmad Suriadi)

Web Analytics