Berita

Temu Lapang Demplot PTT Jagung Mendukung Pendampingan SL-PTT Jagung di NTB

Pin It

Kegiatan temu lapang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pendampingan SL-PTT yang dilakukan oleh BPTP-NTB dalam upaya penyebaran  inovasi baru kepada petani, termasuk temu lapang jagung yang dilaksanakan di desa Bagek Papan yang merupakan salah satu sentra jagung di daerah Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa tanggal 29 Nopember 2011 yang  dihadiri oleh Dinas Pertanian kabupaten Lombok Timur, BP4K kabupaten Lombok Timur, Camat Pringgabaya, Penyuluh lingkup BP3K sekecamatan Pringgabaya, Sambelia, Wanasaba, Aikmel dan Suela, ketua-ketua kelompok tani disekitar lokasi kegiatan dan seluruh anggota kelompok tani Simba Kedok desa Bagek Papan.

Kegiatan temu lapang  diawali dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Bq. Tri Ratna Erawati, SP. M.Sc selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam laporannya disampaikan bahwa, kegiatan SL-PTT jagung di NTB dilaksanakan di 7 kota/kabupaten, dan Lombok Timur merupakan sentra yang cukup luas setelah kabupaten Sumbawa sehingga kegiatan demplot SL-PTT jagung hanya dilaksanakan dikedua kabupaten tersebut. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan produktifitas jagung sebab produksi dapat ditingkatkan jika pengembangannya dilakukan didaerah sentra seperti di desa Bagek Papan. Varietas yang digunakan dalam kegiatan demplot ini terdiri dari : Bima 3, Bima 4, Bisi 816, P4, P12, P21, P23 dan NK22.

Ir. H. R. Mulyanto Tejokusumo selaku kepala BP4K kabupaten Lombok Timur dalam sambutannya juga menambahkan bahwa, dalam setiap kegiatan pasti akan dijumpai kesulitan namun petani diharapkan tidak gampang menyerah pada keadaan. Keberhasilan yang dicapai oleh salah seorang petani pioner di desa Bagek Papan ini merupakan bukti nyata bagi petani lainnya agar mau melihat, mendengar dan berbuat. Beliau juga menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras penyuluh setempat dan pendampingan BPTP yang merupakan mitra petani dalam meningkatkan produktifitas. Diakhir sambutannya, Ir. Mulyanto  menyimpan harapan besar agar kedepannya produktifitas yang telah dicapai bukan saja dipertahankan tetapi juga harus berusaha untuk terus ditingkatkan serta bukan hanya untuk komoditi jagung tapi juga untuk padi dan kedelai.

Sementara itu camat Peringgabaya yang dalam hal ini diwakili oleh Muhsan SP.  mengungkapkan bahwa, produksi jagung hibrida di kecamatan Wanasabe sebesar 14 ton/ha tongkolan untuk LL, sementara untuk diluar LL sebesar 12 ton/ha tongkolan. Di kabupaten Lombok Timur sentra jagung terdapat di beberapa kecamatan antara lain : Pringgabaya, Sambelia, Wanasabe dan Aikmel. Luas lahan keseluruhan untuk tanaman jagung yang dikelola oleh kelompok tani Simba Kedok yaitu 70 Ha dan 7 Ha dikelola oleh petani wanita yang bernama Ina Rida’ah. Keberhasilan yang dicapai Ina Rida’ah tersebut patut dicontoh oleh petani lainnya, dalam hal mengadopsi penerapan teknologi baru untuk meningkatkan produksi.

Kegiatan temu lapang ini diakhiri dengan lomba cerdas cermat antar petani utusan dari masing-masing kecamatan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana petani telah mampu menyerap pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan sekolah lapang yang dilakukan dalam pendampingan SL-PTT. Petani utusan dari kecamatan Wanasabe mampu mengalahkan petani lainnya dan meraih juara I, selanjutnya diikuti oleh petani dari Pringgabaya, Aikmel dan tingkat terakhir direbut oleh petani utusan Sambelia.    (Sumber : Yuliana Susanti)

Web Analytics