Berita

Temu Lapang Perbenihan Jagung Demplot FEATI di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat

Pin It

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat melalui kegiatan FEATI melakukan Demonstrasi Perbenihan Jagung Komposit pada Musim Tanam (MK II) tahun 2011 seluas 3 ha varietas Srikandi Kuning label putih dan varietas Arjuna label putih  seluas 2 ha. Varietas ini diperkenalkan karena memiliki beberapa kelebihan antara lain potensi produktivitas cukup tinggi untuk ukuran jagung komposit yaitu 7,92 t/ha, tahan kekeringan, kandungan protein tinggi sehingga baik untuk manusia maupun pakan ternak dan cukup tahan penyakit Bulai.

Pada hari Sabtu, 22 Oktober 2011 dilakukan Temu Lapang Perbenihan Jagung pada lahan kooperator pengkajian M. Hasan Idris  di Desa Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu. Di hadiri oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kabupaten Dompu, BPSB kabupaten Dompu, Kepala Desa se Kecamatan Hu’u, PPL se Kecamatan Hu’u, petani dari kelompok UP-FMA se kecamatan Hu’u.

Dalam kata pengantarnya, kepala BPTP-NTB, Dr.Ir. Dwi Praptomo S, MS menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada petani di Hu’u yang telah melaksanakan  penanaman jagung (meskipun merupakan pengalaman pertama) relative baik. Diperkirakan hasil benih jagung sebanyak 4 t/ha sehingga terdapat 40 ton benih label ungu untuk luasan 2000 ha. Dengan demikian diharapkan penanaman jagung pada MH 2011/2012 yang akan datang dapat tepat waktu bahkan lebih awal, sehingga nantinya panen lebih awal dengan harga  yang  tinggi, karena daerah sentra produksi jagung lainnya belum panen.

Sekretaris BKP4K kabupaten Dompu, Drs. Abdurrachim dalam sambutannya mengatakan bahwa, target penanaman jagung di Kabupaten Dompu  pada MH 2011/2012 seluas 25.000 ha.  Bupati Dompu bertekad membumikan tanaman jagung di Bumi “Nggahi Rawi Pahu” ini dengan terus memotivasi petani dan petugas dengan menyiapkan bonus naik haji bagi 2 orang (PPL dan Camat) bagi yang mampu mencapai produktivitas dan produksi tertinggi di wilayahnya masing-masing.

Inti kegiatan Temu lapang ini adalah penyampaian pengalaman oleh petani kooperator demonstrasi agar didengar dan dilihat langsung oleh peserta Temu Lapang  (terutama petani yang hadir)  sehingga dapat memotivasi mereka untuk mengadopsi teknologi perbenihan jagung komposit. Dalam penyampaian pengalamnnya, Hasan berterus terang dengan pengalaman pertamanya menanam jagung tentu ada anjuran-anjuran petugas yang belum dilakukan (menurut pengakuannya sekitar 80% yang diterapkan), namun sangat bersyukur karena menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil benih jagungnya sudah banyak dipesan oleh petani sekitar dengan harga yang cukup menggiurkan yaitu Rp.25.000/kg.

Ungkapan pengalaman juga disampaikan oleh koordinator penyuluh kecamatan Hu’u Haryono, S.Pt yang pada intinya menyampaikan terima kasih kepada BPTP-NTB atas kerjasama yang baik ini sehingga ke depan dapat memecahkan persoalan keterbatasan dan keterlambatan benih sehingga petani di Hu’u dapat tanam tepat waktu. Wilayah  Kecamatan  Hu’u merupakan wilayah yang paling luas dalam menanam jagung dan diantara desa se kecamatan Hu’u maka desa Hu’u yang paling luas.

Sebagai puncak acara dilakukan diskusi seputar jagung. Dalam diskusi muncul berbagai masalah dan pengalaman petani dalam mengikuti program penanaman jagung yaitu masalah keterlambatan dropping bantuan benih dan tidak tersedianya pupuk pada saat dibutuhkan. Masalah ini terjawab dengan menanam jagung jenis komposit, sedangkan untuk pupuk, pemerintah kabupaten Dompu sudah meminta tambahan jatah pupuk sehingga di MH 2011/2012 diharapkan tidak terjadi  kesulitan pupuk. (Sumber : Achmad Muzani).

Web Analytics