Berita

Pelatihan Olahan Gadung Bagi Kelompok Wanita Tani Program FEATI di Kabupaten Dompu

Pin It

Tanaman gadung (Dioscorea hispida Dennst) tumbuh subur di  perbukitan Morowawo sepanjang sekitar 22 km yang melewati atau sebagian masuk ke dalam wilayah Desa Adu Kec Hu’u kabupaten Dompu. Tanaman gadung  merupakan suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae, tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer, tidak hanya tumbuh di musim hujan namun mampu tumbuh di musim kemarau. Tanaman ini memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai pangan alternatif, dan mendukung program pemerintah dalam diversifikasi pangan. Diharapkan gadung dapat  mensubstitusi bahan pangan berasal dari beras, terigu, sehingga dapat menurunkan  ketergantungan  kebutuhan tepung terigu yang kita ketahui hampir  seluruhnya masih impor. Dengan memaksimalkan pemanfaatan  gadung sebagai bahan substitusi tepung terigu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya masyarakat tani di desa Adu Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu. Pemanfaatan gadung dilakukan dengan merubah umbi gadung menjadi produk olahan berupa camilan atau makanan ringan yang dapat meningkatkan nilai tambah. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam penanganan pascapanen sampai pengolahan hasil belum  maksimal, bahkan pengetahuan dan keterampilan pascapanen dan pengolahan gadung masih kurang.

Itulah sebabnya  mengapa pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan  agar pengetahuan dan keterampilan 12 orang peserta pelatihan di bidang pengolahan produk pertanian khususnya gadung, meningkat, dan ingin mengetahui efektivitas  metode  pelatihan  dalam meningkatkan kapasitas kelompok Wanita Tani.

Kegiatan pelatihan  dilaksanakan hari Senin tanggal 3 Oktober 2011 bertempat di kantor Desa Adu Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu yang diwakili oleh salah seorang kepala bidang yang menangani pengolahan hasil pertanian.

Peserta pelatihan berjumlah 12 orang berasal dari perwakilan 3 kelompok Wanita Tani yaitu: 4 orang dari  KWT “Kemuning”, 4 orang mewakili  KWT “Sabua Ade” dan 4 orang KWT “Ncuhi Adu.”

Untuk mengetahui kondisi awal para peserta menyangkut pengetahuannya mengenai pengolahan gadung dilakukan pre test dan untuk mengetahui perkembangan pengetahuannya setelah diberikan materi olahan gadung maka dilakukan post test. Adapun materi yang disampaikan adalah :

a. Kelembagaan Kelompok Wanita Tani, dengan pokok bahasan :

  1. Kelompok Wanita Tani
  2. Unsur Pengikat Kelompok wanita tani
  3. Fungsi Kelompok wanita tani
  4. Peran Wanita Tani
  5. Penumbuhan Kelompok wanita tani.
  6. Prinsip Penumbuhan Kelompok wanita tani.
  7. Pengembangan Kelompok Wanita Tani,
  8. Peningkatan Kemampuan Kelompoktani.

b. Budidaya Gadung

  1. Cara penurunan kadar racun
  2. Olahan Gadung
  3. Praktek Olahan Gadung ( Kue kering dan Kue basah )
  4. Pengemasan Gadung

Fasilitator dalam pelatihan ini berasal dari BPTP-NTB (Achmad Muzani, Nurul Agustini, Mekar Dwi Wahyuni ) dan  Balai Besar Pasca Panen (Dr. Nur Richana). Tugas fasilitator dalam hal ini memfasilitasi proses belajar mengajar dan praktek, melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap partisipasi peserta dan melakukan refleksi internal antara Tim fasilitator terhadap proses dan hasil pembelajaran

Pelatihan yang dibiayai dari Anggaran Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) ini nantinya akan menjadi salah satu instrumen dalam mengetahui efektivitas peningkatan kapasitas (KWT) dalam diversifikasi olahan gadung di Desa Adu Kecamatan Hu’u  Kabupaten Dompu. (Sumber : Achmad Muzani dan Ria Rustiana)

Web Analytics