Berita

Studi Banding KWT Desa Adu di Pengolahan Pangan Lokal dan Gadung

Pin It

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kelompok wanita tani Desa Adu Kec.Hu’u Kab.Dompu melaksanakan studi banding ke Kab.Lombok Barat NTB dan Kab.Trenggalek, Jawa Timur. Peserta studi banding sebanyak 12 orang didampingi Tim dari BPTP NTB sebanyak 3 orang.

Sebelum menuju lokasi studi banding peserta mengikuti pengarahan Kepala BPTP NTB di aula BPTP NTB tanggal 6 Oktober 2011. Setelah memberikan pengarahan Kepala BPTP NTB melepas secara simbolis peserta studi banding. Studi banding diawali dengan mengunjungi Desa Lekong Siwak, Kec.Narmada, Kab.Lombok Barat kemudian diteruskan ke Desa Kuripan, Kec Kuripan, Kab. Lombok Barat. Pada tanggal 7 Oktober 2011 peserta berangkat menuju Jawa Timur

KABUPATEN LOMBOK BARAT

Dusun Lekong Siwak, Narmada (Bapak Holid)

Peserta melakukan kunjungan ke lokasi pengolahan gadung, olahan yang diproduksi berupa kripek gadung. Proses kunjungan  antara lain :

  • Peserta dapat melihat bentuk gadung spesifik lokasi dari P. Lombok
  • Peserta dapat melihat bentuk alat sederhana pengiris gadung
  • Peserta dapat melihat proses penghilangan racun dimulai dari pemotongan, pengirisan, pengabuan dan perendaman di air mengalir
  • Peserta dapat melihat proses pemberian rasa/bumbu
  • Peserta dapat melihat proses pengukusan
  • Peserta dapat melihat proses penjemuran
  • Peserta dapat melihat bahan krepek gadung siap digoreng dalam kemasan.

Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dari kunjungan di Dusun Lekong Siwak antara lain :

  1. Peserta memperoleh ilmu tentang alat pengiris sederhana, karena selama ini alat pengirisan di Desa Adu masih menggunakan pisau biasa belum dirakit seperti alat pengiris yang ada di Lekong Siwak.
  2. Peserta memperoleh ilmu tetang penghilangan racun dengan menggunakan abu dapur, dan manfaat pengabuan sebagai bahan pengawet bila gadung disimpan dalam jangka waktu lama.
  3. Peserta menganalisa pendapatan pengolahan gadung hanya sampai pembuatan kripik gadung mentah (siap digoreng) dan pengemasannya

Kelompok Pengolahan pangan lokal “Citra Sasak”  Desa Kuripan (Ibu Yeni)

  • Peserta diberikan pengarahan oleh ketua kelompok mengenai menejemen kelompok, sejarah berdirinya kelompok, struktur organisasi, keanggotaan, pembukuan dan  produk-produk yang diolah.
  • Peserta dapat melihat langsung model outlet berbagai produk olahan
  • Peserta dapat melihat berbagai produk olahan dari pangan lokal kebentuk tepung
  • Peserta dapat melihat berbagai produk jajanan kering yang siap dipasarkan
  • Peserta dapat melihat dan memperaktikan pengolahan singkong, tepung jagung menjadi kue basah dan kering.

Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh di kelompok “Citra Sasak” antara lain :

  1. Peserta memperoleh pengetahuan tentang struktur organisasi dan pembukuan   kelompok
  2. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang model managemen kelompok dimana angota dibagi dalam beberapa kelompok pengolahan antara lain: kelompok pembuatan tepung-tepungan, kelompok pengolahan kue basah, kelompok pembuatan kue kering dan kelompok pemasaran.

KABUPATEN TRENGGALEK, PROVINSI JAWA TIMUR

Sebelum melakukan kunjungan ke lokasi pengolahan peserta diterima Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Dalam kunjungan kelokasi kegiatan studi bading panitia dan peserta di dampingi oleh 2 orang staf dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebuanan Kabupaten Trenggalek.

Pengolahan Pangan Lokal I “KWT MAKMUR” (Ibu Hani’atul Makrifah)

Dalam kunjungan ke lokasi ini diawali dengan pengarahan oleh staf Dinas dan Ketua Kelompok. Pengarahan berupa Potensi pangan lokal yang ada di Kabupaten Trenggalek dan produk-produk olahan yang dapat di adopsi oleh peserta dan dapat diterapkan di Desa Adu.

Dari Ketua Kelompok menyampaikan tentang sejarah berdirinya, sruktur organisasi, keanggotaan, pembukuan yang ada pada kelompok serta produk-produk olahan yang ada di kelompok.

  • Peserta dapat melihat model outlet produk-produk olahan
  • Peserta dapat melihat langsung proses pengolahan gadung dengan perendaman menggunakan AG 4, dimana berfungsi sebagai penetral racun dan getah yang ada pada gadung maupun umbi-umbi lainnya
  • Peserta dapat melihat alat sederhana yang digunakan dalam pengirisan gadung berupa alat serut sederhana yang berbeda dengan yang ada di desa Lekong Siwak.
  • Peserta dapat melihat alat-alat pengolahan berserta kegunaannya dalam proses pengolahan pangan lokal
  • Peserta melihat dan memperaktekan cara pembuatan berbagai olahan dari singkong, labu, dan talas.

Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh di kelompok pengolahan KWT  Makmur antara lain :

  1. Peserta memperoleh pengetahuan tentang kelembagaan kelompok dan menegemen kelompok
  2. Peserta memperoleh pengetahuan tentang cara penghilangan racun dengan menggunakan AG4 karena pengetahuan peserta selama ini hanya menggunakan garam dan abu.
  3. Peserta memperoleh pengetahuan tentang alat sederhana yang digunakan dalam pengirisan gadung berupa alat serut sederhana.
  4. Peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang pembuatan berbagai olahan pangan lokal

Lokasi Pengolahan Pangan Lokal II

Produk olahan di lokasi ke II ini adalah pengolahan dari bahan baku ubi kayu, ubi jalar, pisang, dan talas. Kegiatan pengolahan di tempat ini menggunakan alat-alat sederhana, bahan bakar dari kayu dan tenaga kerja ibu-ibu anggota kelompok. Sebagai tenaga kerja ibu-ibu anggota kelompok mempunyai tugas masing-masing dan mereka mempunyai upah sesuai dengan banyaknya   bahan yang diolah. Produk olahan yang diproduksi adalah antara lain :

  • Alen-alen sebagai makanan khas Trenggalek yang terbuat dari pati ubi kayu
  • Sale pisang
  • Grubi dari bahan ubi jalar unggu
  • Monco (kripik dari bahan talas)

Pengetahuan dan wawasan yang dapat diperoleh di lokasi pengolahan pangan lokal II ini adalah sebagai berikut :

  1. Peserta memperoleh pengalaman dan pengetahuan cara pembuatan produk olahan berbahan baku ubi kayu seperti alen-alen
  2. Peserta memperoleh pengetahuan tentang menegemen kelompok. (Sumber : Nurul Agustini)
Web Analytics