Berita

Perbenihan Jagung Komposit……………………Pengalaman Baru Bagi UP-FMA Desa Hu’u Kabupaten Dompu

Pin It

Usahatani jagung merupakan pengalaman baru bagi petani kecamatan Hu’u dan sekitarnya. Mereka selama ini dalam mengusahakan lahan kebun  selalu menanam tanaman kedele, kacang tanah atau kacang hijau. Tanaman jagung yang diusahakan merupakan jagung lokal (pulut), itupun jarang sekali ditanam secara monokultur. Akhir-akhir ini, Pemda kabupaten Dompu sedang menggalakkan budidaya jagung secara luas dan benih yang digunakan adalah jenis hibrida. Hasilnya bisa dibilang berhasil karena mampu menghasilkan produksi rata-rata 6 ton/ha. Namun yang dirasakan oleh petani adalah ketersediaan benih dan harga benih yang tinggi. Untuk mengantisipasi ketersediaan benih jagung hibrida di pasar, maka BPTP NTB melalui program FEATI memperkenalkan jenis jagung komposit varietas Srikandi Kuning. Bekerjasama dengan UP-FMA desa Hu’u, jagung komposit tersebut ditangkarkan seluas 3 ha dengan menggunakan benih label putih (FS). Bimbingan teknis budidaya dilakukan oleh BPTP NTB secara berkala dan pendampingan lapangan oleh penyuluh serta BPSB kabupaten Dompu. Sebagai petani kooperator adalah Hasan Idris yang kebetulan juga sebagai penyuluh swadaya di desanya. Selama fase pertumbuhan, Hasan Idris selalu mendiseminasikan kepetani (FMA) lain tentang performen jenis jagung komposit tersebut. Disini mulai ada ketertarikan dari petani lain, karena ada beberapa petani yang menanam jagung hibrida dengan perlakuan yang sama (mendapat jatah pengairan)  ternyata jagung komposit tersebut relatife lebih tahan terhadap kekeringan. Tanaman terlihat segar dan hijau serta tongkol yang dihasilkan ukurannya cukup besar. Dengan bangga dan penuh harapan pengalaman dalam penangkaran benih  jagung komposit tersebut akan dijadikan sebagai peluang agribisnis untuk mengikis kelangkaan benih jagung. Untuk proses produksi benih pendampingan dan pembinaan oleh BPTP NTB bekerjasama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi  Benih (BPSB). Untuk kegiatan tersebut  BPSB kabupaten Dompu telah melaksanakan monitoring lapangan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk sertifikasi benih. Dalam proses perbenihan,  nantinya BPSB akan melaksanakan pengendalian mutu benih secara ekternal (external seed quality control) yang meliputi pengambilan contoh (sample) calon benih untuk dilakukan uji laboratorium dalam rangka evaluasi mutu genetik, mutu fisik dan mutu fisiologis benih.  (Sumber : Sudarto dan Yurista).

Web Analytics