Berita

Potret Pertanian Masyarakat Bat Pawang desa Sesait Lombok Utara

Pin It

Bat Pawang merupakan nama salah satu dusun yang tergabung dalam desa Sesait di Kabupaten Lombok Utara. Kehidupan masyarakat di dusun ini terbilang masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan masyarakat disekitarnya tapi tidak demikian halnya dengan perkembangan pertanian yang ada di tempat ini. Awalnya masyarakat di dusun ini hanya membudidayakan tanaman semusim yaitu tanaman pangan dan beberapa jenis tanaman kacang-kacangan.

Seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki, sistem pertanian yang awalnya masih cukup sederhana tersebut mulai berkembang dan komoditi yang dibudidayakan juga mulai beragam pula. Dalam sepuluh tahun terakhir ini, petani di dusun Bat Pawang menerapkan sistem tumpang sari dengan komoditi musiman yang terdiri dari tanaman jagung, kacang tanah, tembakau. Sementara itu tanaman tahunannya yaitu tanaman kelapa dan coklat.  

Pada siklus MK-1 baru saja dilakukan panen tembakau, kacang tanah dan jagung. Masyarakat memasarkan hasil pertaniannya langsung ke pengumpul setempat  dan selanjutnya pengumpul mendroping  komoditi tersebut ke Bayan, Janaparia, Lombok Timur dan PT BMT.

Menurut salah seorang petani, sistem tumpang sari yang beberapa tahun terakhir ini mereka lakukan ternyata tidak memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan hasil saat mereka tidak menerapkan tumpang sari. Bahkan Ia menyatakan bahwa hasil yang diperoleh sebelum menerapkan tumpang sari jauh lebih banyak. Menyadari hal tersebut, beberapa petani tampaknya kembali ingin merubah pola pertanian seperti sebelumnya dengan cara perlahan mulai menebang dan menjual tanaman kelapa yang  mereka miliki kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sementara itu tanaman coklat yang sudah dianggap tidak produktif langsung ditebang.

Fenomena yang dihadapi oleh masyarakat di dusun Bat Pawang ini, merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh para petani yang ada di daerah Nusa Tenggara Barat yang tentunya membutuhkan bantuan  dan dukungan semua pihak terutama instansi-instansi terkait, dalam hal pendampingan guna memperkaya pengetahuan petani untuk mendukung perkembangan sistem budidaya yang dianggap tepat di daerah tersebut sehingga petani dapat memperoleh hasil yang semaksimal mungkin. (Yuliana Susanti & Hiryana Windiyani)

 

Web Analytics