Berita

Peran Aktif BPTP NTB Dalam Mensukseskan Program (Peningkatan Produksi Beras Nasional) P2BN

Pin It

Pertemuan koordinasi penyusunan pengembangan tanaman pangan tahun 2012 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB  pada hari Selasa, 9 Agustus 2011 di Mataram, dengan dihadiri oleh BPTP NTB, BPSBTPH, dan BMKG sebagai nara sumber merupakan bentuk dukungan kementerian pertanian untuk meningkatkan produksi beras nasional (P2BN) sebesar 70,60 juta ton dengan surplus 10 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2011. Untuk dapat melaksanakan program ini maka setiap peneliti telah ditempatkan di kabupaten/kota di seluruh Provinsi NTB, bahkan sampai ke tingkat petani dengan menurunkan seorang Laison Officer (LO) dan detasir. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan SLPTT tahun 2010 di NTB produktivitas rata – rata padi pada lokasi LL 6,50  ton/ha, SL 5,97 ton/ha dan non SL 5,33 ton/ha. Dari hasil uji varietas unggul baru (VUB) yang telah dilaksanakan oleh BPTP NTB pada tahun 2010 menunjukkan produktivitas yang juga cukup tinggi yaitu rata-rata di atas 6ton/ha yaitu inpari 1 (6,33 ton/ha), Inpari 6 (7,10 ton/ha), Inpari 8 (6,70 ton/ha), Mekongga (6,62 ton/ha)) dan Code (6,61 ton/ha).

Hal ini juga didukung oleh tingginya preferensi petani akan benih dengan hasil tinggi, tahan penyakit dan spesifik lokasi seperti Inpari 6 dan Inpari 13. Hal ini seharusnya diikuti dengan ketersediaan benih sumber sehingga petani dapat dengan mudah untuk memperoleh benih tersebut dan mengembangkannya. Selain sebagai upaya pergiliran varietas untuk mengurangi tingkat serangan penyakit tungro dan wereng yang mulai banyak berkembang karena penggunaan varietas yang sama secara terus menerus.

Menurut Kepala BPTP NTB Dr.Ir.Dwi Praptomo S, MS Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) merupakan ranah lembaga penyuluhan; sedangkan demplot, demfarm maupun demarea yang merupakan ranah tupoksi BPTP sehingga kerjasama dan koordinasi kelembagaan dapat terlaksana dengan baik. Pada tahun 2011 luas pendampingan 89.700 ha yang terbagi dalam 3.580 unit dengan luas sasaran pendampingan BPTP NTB seluas 53.820 ha dengan jumlah unit 2.152. Bentuk pendampingan BPTP NTB dalam kegiatan SL PTT meliputi :

a.      Penyediaan paket teknologi,

b.      Petunjuk teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan petunjuk teknis pendampingan SL PTT

c.      Informasi teknologi,

d.      Penyelenggaraan demfarm/dem area/demplot,

e.      Display/Pengujian varietas unggul baru (VUB)

f.       Fasilitator dalam pelatihan PL 2 dan PL 3

g.      Narasumber dalam pelatihan atau pertemuan di tingkat kelompok Tani.

Dalam diskusi yang cukup hangat disampaikan perlunya kerjasama dan koordinasi yang intensif di tingkat lapang terkait perkembangan di lapang sehingga tujuan pengawalan BPTP  NTB untuk mensukseskan program P2BN dapat tercapai melalui percepatan diseminasi varietas unggul baru di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Permasalahan utama dalam penyelenggaraan kegiatan SL-PTT adalah terkait ketersediaan benih baik dari segi jumlah, varietas dan waktu ketersediaan benih bagi petani. Sebagai perbaikan dari hasil evaluasi penyelenggaraan SL-PTT pada tahun 2010 maka pada tahun 2011 dan 2012 diperlukan koordinasi khusus terkait perbenihan agar dapat menginventarisir kebutuhan benih petani dan ketersediaan benih dari Balai Benih Induk (BBI) dan penyalur benih BUMN (PSO), sehingga keberadaan forum perbenihan perlu dibentuk di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota sebagai upaya mengatasi permasalahan benih yang selama ini terjadi. Selain itu, diharapkan dalam penyaluran benih melalui BBI/BBU atau PSO ke tingkat petani dengan melibatkan PBT untuk memonitoring droping benih yang dilakukan sehingga standar kualitas benih dapat terjamin.

Selain pentingnya peran teknologi budidaya dan ketersediaan benih, maka perlu juga dukungan informasi iklim dari BMKG dalam penentuan jadwal pertanaman di wilayah NTB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, awal MK 2011 di 14 (Zona Musim) ZOM NTB secara umum mundur 3 Dasarian, terjadi pada April III – Mei III, kondisi ini disebabkan oleh pengaruh La-Nina pada tahun 2010 Hingga April 2011. Dan prakiraan awal MH 2011/2012 di 21 ZOM NTB akan berkisar mulai Oktober III – Desember  I, dengan sifat hujan umumnya Normal – Atas Normal.

Semoga koordinasi yang dilakukan dapat memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi sehingga pengembangan tanaman pangan di NTB pada tahun 2012 berjalan sesuai dengan yang diharapkan. (Sumber : Hiryana Windiyani & Dwi Praptomo)

Web Analytics