Berita

Sosialisasi Perlindungan Varietas Tanaman Pangan (PVT) dan Perizinan Pertanian oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementrian Pertanian (PPVTPP)

Pin It

Kegiatan Sosialisasi Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 2011 bertempat di Aula Balai Diklat Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut adalah yang mewakili Tenaga Ahli Sekjen Bidang PVT, Direktur PT. Bumi Mekar Tani, Kabid. Pelayanan Hukum PPVTPP, dan Kabid Perizinan Pertanian PPVTPP. Sedangkan peserta sosialisasi adalah dari Dinas Pertanian Provinsi NTB, Peneliti BPTP NTB, Balai Karantina NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Penyuluh, LSM, KTNA, dan dari Fakultas Hukum Unizar Mataram.

Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran peserta sosialisasi serta menyambut baik kegiatan dalam rangka memelihara kekayaan sumberdaya genetika (SDG) tersebut. Perlindungan tanaman sudah lama berlaku namun belum banyak yang mengerti. SDG bukan lagi kekayaan dunia yang bisa dimanfaatkan secara bebas, namun merupakan asset Nasional yang harus dijaga dan dipelihara tandasnya. Sosialisasi diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan pencerahan terhadap pelaku PVT di NTB untuk memelihara plasma nutfah yang ada di NTB, dan kedepannya dapat diciptakan varietas baru yang laku di pasaran. Harapannya pula bahwa masing-masing kabupaten/kota agar dapat menginventarisir tanaman yang ada di wilayahnya, serta Perguruan Tinggi dapat menciptakan verietas unggul untuk dikembangkan di NTB.

Direktur PT. Bumi Mekar Tani, Budiono Sukadiri, sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut menyampaikan tujuan dari kegiatan yang dilakukan oleh perusahaannya yaitu meningkatkan suplai kacang tanah di Jawa dan NTB. PT Bumi Mekar Tani merupakan pemilik hak PVT atas kacang tanah varietas Garuda Biga. Peran dan aktivitas yang telah mereka lakukan selama ini antara lain sebagai penjamin pasar, memberikan pelatihan dan diskusi, serta melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah dan swasta dalam mencapai tujuannya tersebut. Prinsip kemitraan yang mereka terapkan adalah saling menguntungkan, jujur dan terbuka, kualitas berawal dari budidaya. Menurutnya harga bukanlah segalanya, namun produktivitas dan kualitaslah yang akan mempengaruhi harga.

Sedangkan Ir. Zainal Abidin, M.Si, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Sekretariat Jenderal Kementrian Pertanian menyampaikan tentang landasan hukum pendaftaran Sub-bidang sarana I (pupuk, pestisida, alsintan), sarana II ( benih tanaman, pangan asal tumbuhan) dan sarana III (pemasukan karkas dan daging, pengeluaran benih dan bibit ternak, obat hewan, serta pakan ternak), serta persyaratan teknisnya. Beliau juga memberikan kemudahan pelayanan bagi pendaftar PVT  di daerah, yaitu dengan mengirimkan form permohonan pendaftaran PVT ke PPVTPP atau secara online dengan membuka website PPVTPP dan mengisi form yang tersedia di dalamnya.

Setelah pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Dalam sesi diskusi terdapat beberapa pertanyaan dari berbagai elemen (BPTP NTB, Balai Karantina NTB, FH Unizar, dan LSM) kepada para pemateri tentang perizinan dan pendaftaran PVT. Setelah diskusi berakhir kemudian kegiatan ditutup secara resmi. (Sumber : Fitrahtunnisa)

 

Web Analytics