Berita

Workshop Pengembangan dan Scaling Up Inovasi Teknologi Program FEATI BPTP Nusa Tenggara Barat

Pin It

Workshop pengembangan dan scaling up inovasi teknologi Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan pada tanggal 28 dan 30 Juni 2011, sedangkan Lombok Tengah tanggal 4-5 Juli 2011.  Peserta workshop masing-masing kabupaten diikuti oleh koordinator BPP, penyuluh pendamping, PPK,  Asisten teknis pengelola FEATI dan 2 orang penyuluh kabupaten dengan jumlah peserta sebanyak  161 orang, bertempat di BPTP NTB. Tujuan dari workshop tersebut adalah : a). meningkatkan kompetensi petugas dalam memfasilitasi UP-FMA dalam menggunakan FSA, ARF dan VCA untuk merancang, melaksanakan kegiatan scalling Up inovasi teknologi, b). meningkatkan kompetensi petugas dalam membangun jejaring kerja antara kelembagaan penyuluhan, penelitian dan petani, dan c). mendapatkan umpan balik kegiatan FEATI komponen C  BPTP. Acara dibuka oleh Kepala BPTP NTB (Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS), dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting karena akan diketahui hasil-hasil pembelajaran UP-FMA yang telah dilakukan dari tahun 2008 – 2010 yang mempunyai prospek untuk dikembangkan secara lebih luas. Untuk itu nantinya diminta kepada koordinator BPP dan penyuluh pendamping masing-masing desa FEATI untuk menyampaikan hasil pembelajaran tersebut kira – kira usahatani apa yang prospektif dan pasarnya jelas yang bisa dikembangkan oleh kelompoknya/Gapoktan. Tentunya ini tidak mudah karena masing-masing usahatani banyak aspek yang harus dilihat dan dipertimbangkan, seperti aspek keuntungan tinggi tapi tidak bisa dikerjakan, kesinambungan tapi kualitas kurang memenuhi selera pasar, fluktuasi harga, lingkungan, budaya dan lain sebagainya. Selain itu kebijakan yang berpengaruh terhadap komoditas juga sangat dinamis sehingga yang kita kembangkan (scaling up) belum tentu baik, oleh karena itu diminta untuk mengkaji lebih komprehensip. Unsur kelembagaan juga harus diperhatikan, organisasi petani yang kuat bisa lebih menahan beberapa saat untuk menunda penjualan sehingga harga yang diinginkan dapat tercapai. Bila perlu sudah mulai direncanakan membentuk asosiasi bagi kelompok yang belum membentuk, sehingga kelembagaannya semakin kuat dalam artian komoditi yang akan dikembangkan mempunyai daya saing yang kuat. Output Program FEATI ini diharapkan adalah perubahan perilaku, sikap dan ketrampilan petani oleh karenanya harus ada perubahan pola pikir yaitu dari petani tradisional menjadi petani pebisnis. Kaitan dengan hal ini, Word Bank senantiasa akan melaksanakan supervisi untuk melihat perkembangan UP-FMA termasuk juga kegiatan penyuluhan baik yang dilakukan oleh petani itu sendiri maupun oleh penyuluh pendamping. Pada acara tersebut juga dilihat rencana kegiatan kaji tindak yang akan dilaksanakan oleh masing-masing BPP lokasi FEATI. Dalam kegiatan kaji tindak diharapkan BPP harus melihat secara detail masalah-masalah yang dihadapi oleh FMA sehingga pada kegiatan tersebut dapat memecahkan permasalahan usahatani yang diusahakan. Masalah inovasi teknologi, BPTP akan selalu memfasilitasi sehingga pengetahuan para penyuluh akan semakin bertambah. Hal ini terkait dengan kegiatan kaji tindak yang akan dilaksanakan di masing-masing BPP yang memiliki  tujuan : untuk meningkatkan kapasitas  tim petugas lapangan sebagai fasilitator pengembangan agribisnis yang berbasis teknologi spesifik lokalita, mengembangkan agribisnis berbasis inovasi teknologi spesifik lokalita yang mempunyai basis usaha agribisnis yang jelas di BPP, memanfaatkan  BPP sebagai pemberi layanan informasi agribisnis (klinik agribisnis), dan memberi pengalaman kepada tim penyuluh lapangan dalam mencoba suatu teknologi.   (Sumber : Sudarto).

Web Analytics