Berita

Koordinasi Beberapa Puslit dan Balai Besar Litbang Pertanian Pada Kegiatan Sistem Pertanian Terpadu Lahan Kering Iklim Kering (SPT-LKIK) Sebagai Upaya Revitalisasi Pertanian Lahan Kering di NTB

Pin It

Kegiatan percontohan sistem pertanian lahan kering iklim kering sedang berjalan di Desa Persiapan Puncak Jeringo Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan model pengembangan pertanian terpadu tanaman-ternak pada lahan kering iklim kering. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini berupa model sistim pertanian terpadu lahan kering dengan pendekatan Zero Waste yang dapat diterapkan/direplikasi pada kawasan lain yang mempunyai karakter lahan dan iklim yang sama. Pendekatan Zero Waste merupakan sistim pertanian berbasis pada penggunaan input lokal, limbah pertanian dan peternakan untuk mendukung produksi secara optimal dan menekan penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Untuk optimalisasi kegiatan tersebut maka telah dilakukan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan SPT-LKIK antara beberapa Puslit and Balai Besar lingkup Litbang Pertanian dengan Bupati Lombok Timur. Instansi yang menghadiri kegiatan tersebut adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hortikultura, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Balai Besar Biologi dan Genetika (Biogen), Balai Penelitian Buah, Balai Penelitian Sayuran, Loka Penelitian Sapi, Balai Penelitian Serealia, Bupati Lombok Timur, Dinas pertanain dan Hortikultura Provinsi NTB dan Dinas Pertanain dan Peternakan Lombok. Dalam kegiatan tersebut peserta melakukan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi lapangan dan memberikan masukan teknologi dan saran yang diperlukan dalam rangka membangun model SPT LKIK. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Bupati Lombok Timur sangat berterima kasih atas kegiatan ini dan Beliau akan membantu kegiatan tersebut terutama system jaringan pipanisasi yang akan mengoptimalkan sumber daya air yang berada di sekitar 5 km dari lokasi desa Jeringo untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian. (Sumber : Ahmad Suriadi).

Web Analytics