Berita

Koordinasi SLPTT Kedelai di Kabupaten Lombok Barat

Pin It

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan SLPTT kedelai di Lombok Barat, telah dilaksanakan pertemuan koordinasi bertempat di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Lombok Barat, Kamis 23/6/2011.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Nusa Tenggara Barat dan dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura propinsi NTB, Dinas Pertanian Lombok Barat, BPTP NTB, UPTD, UPTB, POPT lokasi SLPTT Kedelai, PT SHS dan PT Pertani sebagai penyalur bantuan Benih BLBU.  Dalam sambutannya H. Budi yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB selaku penanggung jawab kegiatan SLPTT menyampaikan tentang target peningkatan produktivitas berdasarkan Angka Tetap (ATAP) tahun 2010 pada lokasi SL sebesar 10,75 ku/ha menjadi 15,75 ku/ha pada tahun 2011. Oleh karena itu, untuk mendukung pencapaian target tersebut perlu dipedomani petunjuk pelaksanaan kegiatan SLPTT, antara lain :

  1. Pemandu lapang dan petani harus sudah melakukan Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP)
  2. Merakit komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) berdasarkan preferensi petani dan spesifik lokasi
  3. Menyusun Rencana Usaha Kegiatan (RUK) yang spesifik lokasi
  4. Melakukan penerapan PTT itu sendiri
  5. Mampu menjaga keberlangsungan program PTT yang telah dilaksanakan pasca pelaksanaan SLPTT

Pada tahun ini pendampingan SLPTT Kedelai di kabupaten Lombok Barat oleh BPTP NTB sebanyak 150 unit yang tersebar pada 8 kecamatan yaitu kecamatan Labuapi, Gerung, Kediri, Kuripan, Lembar, Sekotong, Batu Layar dan Gunung Sari. Bentuk pendampingan BPTP NTB dalam kegiatan SLPTT kedelai ini adalah sebagai penyedia teknologi, informasi dan narasumber dalam kegiatan pelatihan dan pertemuan kelompok di tingkat petani yang membutuhkan.

Dalam pertemuan koordinasi ini juga disampaikan tentang beberapa contoh penerapan PTT yang dapat dilakukan untuk  meningkatkan produktivitas kedelai baik dalam Laboraturium Lapang (LL) maupun dalam Sekolah Lapang (SL) yaitu :

  1. Penyiapan lahan, dapat dilakukan dengan Tanpa Olah Tanah (TOT) pada sawah bekas penanaman padi dan pengolahan tanah intensif diperlukan bila penanaman kedelai dilaksanakan pada lahan tegalan, serta pembuatan saluran drainase setiap 4-5m dengan kedalaman 25-50 cm dan lebar 30 cm.
  2. Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) antara lain : Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Kaba dan Grobogan dengan kebutuhan benih 40-50 kg/ha.
  3. Penanaman dengan cara ditugal dengan jarak tanam 10-15 cm x 40cm dengan 2-3 biji per lubang.  
  4. Pemupukan spesifik lokasi dengan PUTS/PUTK
  5. Pengairan
  6. Pengendalian Hama dan Penyakit
  7. Panen dan penanganan Pasca Panen

Dalam kesempatan ini juga diperoleh informasi tentang distribusi benih kedelai yang sudah disalurkan melalui PT Pertani sebanyak 49.200 kg untuk semua kecamatan di Lombok Barat kecuali kecamatan Sekotong yang merencanakan penanaman pada MH 2011. (Sumber : Hiryana Windiyani).

Web Analytics