Berita

Workshop Pengembangan Dan Scaling Up Inovasi Teknologi Program FEATI

Pin It

Kegiatan workshop FEATI di kabupaten Sumbawa dilaksanakan pada tanggal 7 – 8 Juni 2011, bertempat di aula Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Kegiatan workshop diikuti  sebanyak  55 peserta yang terdiri dari 10 orang koordinator BPP, 40 orang penyuluh pendamping, PPK, Asisten teknis pengelola FEATI kabupaten dan 2 orang penyuluh kabupaten. Kegiatan Workshop di Kabupaten Dompu dilaksanakan pada tanggal 9 – 11 Juni 2011, bertempat di Gedung Wanita kabupaten Dompu. Peserta workshop sebanyak  55 peserta yang terdiri dari 8 orang koordinator BPP, 40 orang penyuluh pendamping, PPK, Asisten teknis pengelola FEATI kabupaten dan 2 orang penyuluh kabupaten. Workshop di Kabupaten Bima dilaksanakan pada tanggal 13– 14 Juni 2011, bertempat di Aula BP4K kabupaten Bima. Peserta workshop sebanyak  79  peserta yang terdiri dari 14 orang koordinator BPP, 60 orang penyuluh pendamping, PPK, Asisten teknis pengelola FEATI kabupaten dan 2 orang penyuluh kabupaten. Acara dibuka oleh Kepala Badan masing-masing, dalam sambutannya dinyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi para penyuluh lapangan karena selama ini kegiatan workshop yang menyampaikan materi adalah tim dari BPTP, namun kali ini para penyuluh diminta untuk menyampaikan materi hasil pembelajaran FMA dari tahun 2008-2010 dan koordinator BPP menyampaikan rencana kegiatan kaji tindak masing-masing BPP. Selama ini para penyuluh sudah banyak mendapat materi dari BPTP diantaranya ARF, FSA  dan VCA. Materi-materi tersebut apakah sudah diterapkan dilapangan? hari ini akan dilihat penguasaan dan pemanfaatan materinya. Penyuluh sebagai ujung tombak dilapangan harus proaktif dalam memfasilitasi FMA terutama yang terkait dengan penyusunan proposal, karena didalamnya ada dalam materi FSA dan VCA.  Dalam identifikasi masalah dan menentukan komoditi unggulan masing-masing desanya kemudian dianalisa nilai mata rantai tidak terlepas dari FSA dan VCA.  Materi  ini  perlu disosialisasikan secara terus menerus kepada FMA agar implementasinya di lapangan tidak meleset jauh. Selain itu para penyuluh diharapkan tidak menunggu teknologi. Pada era sekarang ini kebetulan BPP tidak jauh lokasinya dengan BPTP apalagi teknologi sekarang sudah begitu canggih sehingga arus informasi yang kita inginkan segera dapat diperoleh. Masalah inovasi teknologi, BPTP akan selalu memfasilitasi sehingga pengetahuan para penyuluh akan semakin bertambah. Hal ini terkait dengan kegiatan kaji tindak yang akan dilaksanakan di masing-masing BPP yang memiliki  tujuan : untuk meningkatkan kapasitas  tim petugas lapangan sebagai fasilitator pengembangan agribisnis yang berbasis teknologi spesifik lokalita, mengembangkan agribisnis berbasis inovasi teknologi spesifik lokalita yang mempunyai basis usaha agribisnis yang jelas di BPP, memanfaatkan  BPP sebagai pemberi layanan informasi agrbisnis (klinik agribisnis), dan member pengalaman kepada tim penyuluh lapangan dalam mencoba suatu teknologi .   

(Sumber : Sudarto).

 

Web Analytics