Berita

BPTP Fasilitasi Pertemuan dengan Stake Holder Sehubungan dengan Berakhirnya Kegiatan ACIAR Manajemen Sapi Bali di Kabupaten Lombok Tengah

Pin It

Kegiatan kerjasama penelitian “Manajemen Sapi Bali di Kabupaten Lombok Tengah antara Pemda NTB, Unram, BPTP dengan ACIAR berakhir pada akhir Mei 2011“ Sehubungan dengan itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu komponen di dalam kegiatan kerjasama tersebut memfasilitasi pertemuan dengan Stake holder yang diadakan pada tanggal 06 Juni 2011 yang bertempat di Ruang Sidang Utama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP NTB). Pertemuan dihadiri oleh : BPTP NTB, Unram, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTB, Bapeda Propinsi NTB, Bakorluh Propinsi NTB, Dinas Peternakan dan Bapeluh Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Peternakan dan Bapeluh Kabupaten lombok Barat, Dinas Peternakan dan Bapeluh Kabupaten Lombok Timur, Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Utara, Petugas Lapangan (on ground team, OGT).

Agenda pertemuan adalah 1). Presentasi Hasil Penelitian Pengembangan Sapi Bali selama 3 tahun di Kabupaten Lombok Tengah, 2). Perpisahan dengan Petugas Lapangan (on ground team, OGT).

Pertemuan dibuka dan dipandu oleh Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo S, MS. Sedangkan Presentasi Hasil Penelitian Pengembangan Sapi Bali di Kabupaten Lombok Tengah di sampaikan oleh Penanggung jawab Kegiatan yaitu Dr. Dahlanuddin dari Unram dan Dr. Ketut Puspadi dari BPTP NTB.

Dari hasil penelitian yang disampaikan diperoleh Model Penerapan Manajemen Terpadu Sapi Bali (integrated village management system). Komponen manajemen terpadu tersebut adalah:

  1. Kawin alam terkontrol dengan pejantan terseleksi
  2. Pengaturan penyapihan
  3. Peningkatan produksi dan kualitas pakan
  4. Suplemen strategis sesuai dengan kondisi fisiologis ternak

Beberapa hal teknis yang dilakukan dalam kegiatan manajemen terpadu tersebut adalah :

  1. perkawinan sapi dianjurkan pada bulan Juni – Desember
  2. Induk mulai kawin kembali 40 hari setelah melahikan
  3. Dara dikawinkan setelah mencapai berat badan 140 kg
  4. Anak disapih pada Umur 5 bulan dimusim kemarau, 6 bulan musim hujan.

Setelah selesai presentasi diberikan kesempatan kepada peserta untuk mengkritisi atau memberikan tanggapan terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Pada prinsipnya semua stike holder, terutama Dinas Peternakan Kabupaten se P. Lombok berharap dapat menerapkan dan mengembangkan hasil penelitian ACIAR tersebut di daerah masing-masing. Setelah selesai diskusi dilakukan acara perpisahan dengan petugas lapang (OGT) yang menjadi pendamping kegiatan ACIAR,  kata-kata perpisahan disampaikan oleh kepala BPTP NTB, Dekan Fakultas Peternakan Unram dan yang mewakili kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Nusa Tenggara Barat.  (Sumber : Kaharudin)

Web Analytics