Berita

Melalui Forum Pertemuan Kerjasama Penyuluhan Kita Tingkatkan Kemitraan Usaha Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis di NTB

Pin It

Dalam rangka meningkatkan upaya kemitraan antara Gapoktan dan perbankan di NTB, telah dilaksanakan pertemuan kerjasama yang  dihadiri oleh Gapoktan PUAP yang cukup berhasil dari seluruh NTB, perwakilan FMA, PHRI, Bank Indonesia, Bank NTB, Bank BRI, PT Angkasapura, Dinas Koperasi dan UKM serta Kadin NTB, bertempat di Hotel Lombok Garden pada tgl 25 mei 2011. Acara ini diawali dengan pengantar oleh Sekretaris Bakorluh Provinsi NTB, Dr. Mashur dan dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. M. Nur Asikin. 

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan program pemerintah dalam mendukung iklim usaha berupa  aspek pendanaan (memperkuat dan memperbanyak lembaga keuangan non bank).  Dalam hal ini bank membutuhkan nasabah yang feasible.  Pelaku utama (petani dan pengusaha) tidak akan maju kalau hanya mengharapkan dana stimulan.  Sikap dan perilaku usahawan harus ditingkatkan.  Pelaku usaha tidak boleh hanya puas dengan skala usaha yang ada, tapi harus dikembangkan ke sektor agribisnis sehingga hasil yang didapatkan lebih meningkat.  Selain itu pemerintah mendorong dari segi prasarana dan sarana.  Informasi pasar selalu diberikan, serta melakukan fasilitasi kemitraan antara usaha mikro dan besar.  Pelaku usaha harus menumbuhkan sikap saling percaya dan saling menguntungkan.  Promosi juga mutlak dilakukan serta penguatan permodalan lembaga gapoktan harus ditingkatkan, tidak hanya berupa uang namun dapat juga berbentuk natura atau barang.

Bank Indonesia menyampaikan peranan BI dalam mendukung pengembangan sector riil dan UMKM. Terjadi perubahan paradigma, berdasarkan UU No. 13 Tahun 1968, bantuan bersifat   langsung, berupa  KLBI : KUT, KKPA, dan sebagainya, sedangkan berdasarkan UU No 23 Tahun 1999 bantuan bersifat tidak langsung atau Bantuan teknis, berupa pelatihan (Pelatihan KKMB), penelitian  (BLS, Lending Model), Penyediaan Informasi,  Fasilitasi Komunikasi antara   Perbankan dan Sektor Riil.

PHRI antara lain menyampaikan hal-hal sebagai berikut; NTB merupakan salah satu dari 5 daerah pariwisata utama di Indonesia.  Fasilitas hotel yang tersedia dalam mendukung hal tersebut ada 2 golongan (hotel berbintang dan hotel melati).  Sebagai daerah tujuan wisata, tentu banyak membutuhkan bahan makanan dan minuman.  Hotel berbintang membeli kebutuhan makanan kebanyakan menggunakan supplier, sedangkan hotel melati biasanya membeli langsung ke pasar.  Yang diperlukan disiapkan dalam penawaran adalah daftar jenis buah, kualitas, dan price list.  Hotel memiliki standar dalam pembelian bahan dan yang utama diperhatikan oleh hotel dalam menerima bahan makanan antara lain masalah mutu dan pelayanan.

Perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan Nota Kesepakatan Bersama Antara Kementerian Pertanian Dan Kementerian Koperasi Dan UKM Nomor : 01/Mentan/Mou/Ot.220/1/2011 Dan Nomor 01/Nkb/M.Kukm/I/2011 Tentang Pembinaan Dan Fasilitasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Membentuk Koperasi Pertanian.  Dalam hal ini dinas kabupaten/kota agar berkoordinasi dengan bakorluh dan dinas pertanian dalam rangka menginventarisasi gapoktan, kelompok tani dan kelompok ekonomis produktif lainnya, mengadakan pemilahan terhadap gapoktan, kelompok tani dan kelompok ekonomis produktif lainnya yang dimungkinkan untuk ditingkatkan status kelembagaannya menjadi koperasi serta memfasilitasi gapoktan, kelompok tani dan kelompok ekonomis produktif lainnya dalam pembentukan koperasi dan proses pengesahan sebagai badan hukum koperasi.

Adapun perwakilan Bank BRI dan bank NTB menyampaikan program-program yang berkaitan dengan fasilitas permodalan bagi petani seperti KUR, KUT, KUPS, KKP-E dan lain-lain, termasuk prosedur yang harus dipenuhi oleh petani dalam rangka pengajuan kredit kepada perbankan. Diharapkan setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjut dari pihak-pihak yang hadir untuk meningkatkan kerjasama. Acara ini ditutup oleh Sekretaris Bakorluh NTB. (Sumber : Mardiana dan Putu Cakra)

Web Analytics