Berita

Rapat Koordinasi; Presentasi dan Diskusi Hasil Evaluasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) di Prov. NTB

Pin It

Rapat koordinasi ini merupakan kerjasama antara Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB dalam rangka evaluasi Program PUAP tahun 2011. yang Acara ini dibuka oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Dwi Praptomo dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian NTB Ir. Abdul Maad, MM, Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Pertanian NTB Dr. Mashur, Tim PUAP BPTP NTB, Tim Teknis PUAP Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur, Penyelia Mitra Tani (PMT) dan Penyuluh Pendamping di dua kabupaten sampel penelitian yaitu Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. Tim PSEKP sendiri terdiri dari Dr. Sahat M. Pasaribu, Ir. Sri Wahyuni, MS dan Ir. Nur Khoiriyah Agustin, MS.  Acara diadakan di aula rapat kantor BPTP NTB, tanggal 3 Mei 2011.

Dalam sambutannya, Dr. Dwi Praptomo menyampaikan beberapa dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Program PUAP sejak dilaksanakan tahun 2008 hingga saat ini.  Dinamika tersebut antara lain adalah perubahan organisasi pengelola PUAP di tingkat provinsi, dimana pada awal pelaksanaan Ketua Tim Pembina PUAP di Tingkat Provinsi berada di Dinas Pertanian Provinsi, kemudian berubah di Bakorluh Provinsi karena satuan kerja (satker) di pusat berada di Badan SDM. Dalam pedoman umum (pedum) pelaksanaan PUAP yang terbaru berubah kembali ke Dinas Pertanian Provinsi disebabkan satker di tingkat pusat berada di Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Direktorat Pembiayaan.  Selain itu Dr. Dwi juga menyampaikan realisasi penyaluran dana PUAP kepada gapoktan di NTB bahwa sampai dengan tahun 2010 gapoktan yang telah menerima dana guliran PUAP adalah sebanyak 678 desa, sedangkan realisasi berdasarkan SK Mentan tahun 2011 pada tahap 2 sebanyak 80 desa dari target sebanyak 299 desa sehingga sisa desa yang belum mendapat dana PUAP adalah sebanyak 219 desa.

Dr. Sahat M. Pasaribu dari PSEKP dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan penelitian evaluasi yang dilakukan oleh PSEKP dilakukan di empat provinsi berdasarkan kriteria tertentu yaitu provinsi Sumatera Utara (komoditas padi dan off farm), Banten (komoditas padi dan off farm), NTB (jagung dan sapi) serta Jawa Timur.  Jawa Timur merupakan salah satu provinsi pengelola PUAP terbaik yang komoditas usahanya lebih beragam.  Penelitian ini dilakukan dalam upaya evaluasi keberhasilan dan kendala-kendala pelaksanaan program PUAP.  Dua hal yang dievaluasi pada kegiatan ini adalah (1) kinerja pelaksanaan berupa input, proses, output, outcome dan benefit program PUAP; (2) pelaksanaan program PUAP secara keseluruhan.  Dr. Sahat juga menyampaikan bahwa ada rencana pemberian satu unit komputer  lengkap dengan modem dan printer bagi gapoktan berprestasi di seluruh Indonesia.  Adapun kriteria penilaian gapoktan dilakukan berdasarkan perkembangan dana PUAP yang dikelola oleh gapoktan tersebut.  Kriteria tersebut adalah (1) sangat baik (terdapat peningkatan dana sebesar 15% atau lebih); (2) baik (terdapat peningkatan dana sebesar 10%– 15%); (3) sedang (peningkatan dana sebesar 5% - 10%); (4) kurang (peningkatan dana sebesar 0 – 5%) dan (5) buruk (jika dana yang dikelola menjadi berkurang dari semula).

Setelah pemaparan tim PSEKP dilakukan diskusi yang berlangsung sangat dinamis.  Banyak sekali masukan dari para peserta terutama terkait dengan hasil evaluasi kinerja PUAP.  Selain itu juga ada masukan-masukan lain terutama dalam hal koordinasi antar instansi yang menangani PUAP, serta pembinaan yang lebih intensif pada daerah-daerah di kabupaten dengan pencapaian PUAP.  (Sumber : Mardiana)

Web Analytics