Berita

Workshop Dan Evaluasi Kegiatan Sosialisasi Inovasi Teknologi Mendukung FMA

Pin It

Kegiatan workshop dan evaluasi kegiatan sosialisasi inovasi teknologi  mendukung FMA kabupaten Lombok Tengah dilaksanakan hari Rabu dan Kamis, 27 – 28 April 2011 bertempat di Aula BPTP NTB. Jumlah peserta keseluruhan sebanyak 96 orang yang terdiri dari 10 orang koordinator BPP, 40 orang penyuluh pendamping, 40 orang ketua FMA, 3 orang tim manajemen FEATI kabupaten dan 3 orang penyuluh kabupaten. Tujuan dari kegiatan ini untuk : a). meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian kabupaten, asisten teknis FEATI, koordinator penyuluh pertanian, penyuluh pertanian, ketua FMA, dalam memfasilitasi UP-FMA melaksanakan analisis usaha tani dan Value Chain Analysis (VCA) untuk merancang FMA model, b). meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian kabupaten, asisten teknis FEATI, koordinator penyuluh pertanian, penyuluh pertanian, ketua FMA memfasilitasi UP-FMA merancang peningkatan skala alternatif - alternatif usaha agribisnis spesifik lokasi berdasarkan analisis VCA, meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian kabupaten, asisten teknis FEATI, koordinator penyuluh pertanian, penyuluh pertanian, penyuluh swadaya mengidentifikasi teknologi yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas alternatif usaha agribisnis, serta c). mengidentifikasi outcome, benefit kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh BPTP. Acara dibuka oleh Pejabat Kepala Balai (Ir. Achmad Muzani). Dalam arahannya dikatakan bahwa kegiatan tersebut adalah untuk mensinergiskan antara kegiatan BPTP NTB dan Pengelola FEATI masing-masing kabupaten dalam pencapaian indikator keberhasilan terutama pada komponen C (Litbang Pertanian) sesuai Permentan No. 29 tahun 2007. Untuk mencapai indikator tersebut BPTP NTB selaku unit kerja Badan Litbang di daerah dalam program FEATI mempunyai peranan dalam mendukung inovasi teknologi baik melalui uji coba/demonstrasi maupun media informasi. Sehingga diharapkan yang diperoleh pada kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para peserta, karena kalau kita sikapi bahwa apapun bentuk program dari pemerintah outputnya adalah peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan petani. Teknologi perannya sangat strategis dalam mentransformasi input-input menjadi output pada subsistem onfarm, off farm hulu maupun pada off farm hilir. Dalam pembangunan pertanian sistem agribisnis, petani merupakan salah satu pelaku sistem agribisnis baik sebagai pelaku pada subsistem on farm, maupun pada subsistem off farm hulu dan off farm hilir.

Dengan demikian ketersediaan inovasi teknologi spesifik lokasi yang sesuai dengan kebutuhan dan mudah didapatkan oleh para petani dan penguasaan inovasi teknologi tersebut merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian berwawasan agribisnis. Materi workshop yang disampaikan antara lain pengenalan VCA, disertai contoh analisis usaha beberapa komoditi dalam kegiatan agribisnis dari hulu sampai hilir, dan evaluasi kegiatan FEATI komponen C-BPTP NTB. Setelah materi disampaikan oleh nara sumber dari BPTP NTB, kemudian para peserta melaksanakan praktek analisis usahatani komoditi yang menjadi unggulan masing-masing kecamatan dan desa wilayah FEATI (Sudarto dan Sri Hastuti).

Web Analytics