Berita

Koordinasi dan Fasilitasi Kemitraan Antar Kelembagaan di Daerah Tertinggal di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pin It

 

Kegiatan  koordinasi dan fasilitasi kemitraan antar kelembagaan di daerah tertinggal di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) Republik Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), yang diadakan pada tanggal 27 April 2011, di Hotel Bukit Senggigi Lombok Barat.

Peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah dan petani serta pengusaha kecil di wilayah pulau Lombok.  Acara dibuka oleh Leonardo Simanjuntak, asisten Deputi IV yang menangani Bidang Pembinaan Lembaga Sosial dan Budaya KPDT.  Selanjutnya disampaikan paparan oleh beberapa narasumber yaitu dari KPDT, Bappeda NTB, Regional Management Jonjok Batur, dan BRI Mataram.  Pada kesempatan tersebut Helmiati mewakili KPDT menyampaikan bahwa salah satu program nasional yang terkait dengan KPDT adalah Penguatan Kapasitas Kelembagaan Sosial Ekonomi di daerah Tertinggal.  KPDT berperan sebagai fasilitator berbagai lintas sektor kementerian  yang akan berperan di daerah.  Pada kenyataannya dana anggaran yang dimiliki oleh KPDT tidak sebesar kemeterian lainnya sehingga peran KPDT lebih ditekankan pada fungsi fasilitasi.  Selanjutnya pada paparan kedua Bappeda NTB menyampaikan kondisi pembangunan terakhir yang terkait dengan kelembagaan yaitu diarahkannya sektor perbankkan untuk memberikan bantuan permodalan kepada pengusaha kecil dan petani dengan jaminan Cash Collateral dari pemerintah daerah.  Bappeda juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan pemerindah daerah untuk memberdayakan potensi unggulan yang dimiliki oleh NTB terutama sapi, jagung dan rumput laut yang terangkum dalam PIJAR. 

Regional Management Jonjok Batur (RMJB) yang difasilitasi oleh KPDT dan Bappeda NTB memaparkan capaian kegiatan yang dilakukan, diantaranya terbentuk 25 koperasi Primer yang mangakomodir usaha strategis berupa kerajinan (produk khas Lombok), pertanian (jagung dan singkong), peternakan (kambing) dan perkebunan (tembakau);  terbentuknya 3 koperasi sekunder yang berada di tiap-tiap kabupaten anggota, Koperasi  Sekunder Jonjok Batur Tengah, Koperasi Sekunder Jonjok Batur Barat, Koperasi Sekunder Jonjok Batur Timur; pengembangan produk unggulan dengan lokomotif di setiap daerah untuk bersama-sama dalam pengembangan dan pemasaran jagung dan perikanan laut untuk di Lombok Timur, kopi dan gerabah di Lombok Barat, ketak dan kambing untuk Lombok Tengah. 

Setelah pemaparan oleh berbagai narasumber dilakukan sesi tanya jawab.  Pada kesempatan tersebut banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta sehingga diskusi berlangsung cukup lama.  Acara ditutup oleh pihak Bappeda NTB.    (Sumber : Mardiana)

Web Analytics