Berita

Sosialisasi Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI) di Lombok Tengah

Pin It

Kegiatan Sosialisasi Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI) dilaksanakan baru-baru ini  bertempat  di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini dihadiri oleh Bapak Bupati Lombok Tengah  dalam hal ini diwakili oeh Bapak Syarafudin,  Kepala BPTP Nusa Tenggara Barat,  Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan,  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Nusa Tenggara Barat,   Kepala BP4K,  Kepala Bakorluh,  Kepala Bappeluh, PPL, Penangkar Benih, dan Petani Perbenihan Kedelai di wilayah Setanggor. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak terkait dengan harapan  kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Dalam sambutanya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan terimakasih kepada BPTP NTB atas segala pemilihan Kabupaten Lombok Tengah sebagai pusat kegiatan M-P3MI khususnya bagi wilayah Setanggor. Sebagai sebuah model pengembangan  sentra perbenihan kedelai. Dalam pemaparan beliau menyampaikan dalam 2 tahun  terakhir ini produksi kedelai mengalami peningkatan yaitu Luas panen yang dihasilkan  tahun 2009 yaitu 19.478  ha dan di tahun 2010 yaitu 22.191 ha dengan hasil 13,4 Kwintal/ha dan ditahun 2010 12, 39 kwintal/ha. Total keseluruhan ditahun 2009 adalah 20.09 ton dan di tahun 2010 adalah 26.97 ton. Di beberapa wilayah terjadi penurunan produksi disebabkan oleh curah hujan yang berlebihan. NTB adalah salah satu provinsi yang ditargetkan sebagai produsen kedelai dalam rangka swasembada kedelai. Ketersedian benih unggul di lapangan bermasalah, benih kedelai sulit didapatkan, mata rantai ketersediaan benih di lapangan terputus sehingga dalam kesempatan ini beliau juga meminta arahan dari Bapak Bupati dalam membimbing masalah ini dan  sekaligus kepada BPTP NTB agar kajian dapat dilaksanakan dengan baik,  sehingga ketersedian benih di lapang dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan ini juga diisi dengan  pembekalan tentang kegiatan yang dilakukan oleh BPTP NTB serta penjelasan Visi dan Misi  oleh Kepala BPTP NTB (Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS). Dalam pembekalanya, beliau memyampaikan pentingnya melakukan koordinasi dan sosialisai kegiatan dengan dinas dan instansi terkait serta berbagai pihak yang terlibat dalam upaya mendukung swasembada kedelai karena NTB adalah 3 besar daerah sentra produksi kedelai setela Jawa Timur dan Jawa Barat. Dalam pembekalanya beliau menyampaikan fungsi dan tugas BPTP NTB secara rinci sekaligus menyampaikan kegiatan sebelumnya yang dilakukan di Kabupaten Lombok Tengah yang memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat. Beliau juga menyampaikan titik isu perkedelaian yaitu terputusnya keberlanjutan pengembangan perbenihan kedelai. Sehingga diharapkan kegiatan M-P3MI dapat mempercepat arus diseminasi 2. Memperluas jangkauan sasaran 3. Meningkatkan tingkat dan kualitas adopsi. Semoga dengan model pengembangan di Kecamatan Setanggor dapat memberikan efek bagi pengembangan di wilayah di sekitarnya bahkan di luar wilayah Lombok Tengah dan untuk NTB secara keseluruhan.  Sambutan  yang kedua dsampaikan oleh  Bapak Bupati atau Pejabat yang mewakili dalam hal ini Bapak Assisten II (H. Lalu Sarafuddin). Dalam sambutanya beliau menyampaikan terimakasih atas terpilihnya Lombok Tengah sebagai model pengembangan sentra Perbenihan kedelai.  Lokasi Perbenihan kedelai di Lombok Tengah adalah wilayah yang sangat setrategis karena dekat dengan bandara yang baru di di bangun. Tuntutan bagi NTB di tahun 2014 diharapkan dapat melakukan swasembada kedelai dan NTB adalah peringkat ke-3 daerah sentara kedelai. Sangatlah tepat apabila Lombok Tengah dikatakan wilayah potensi karena luas sawahnya paling luas setelah itu  Lombok Timur dan Lombok Barat. Sehingga dengan pengembangan model perbenihan kedelai ini masyarakat miskin menjadi masyarakat yang berpenghasilan. Ada beberapa hal yang harus dibenahi diantaranya SDM Manusia yaitu bagaimana masyrakat menanam kedelai sebagai sebuah kebutuhan dan tidak asing lagi, teknologi yang harus dibenahi, adanya peta pemetaan MT I, MT II, MT III. Serta lokasi yang sesuai. Dalam rancanganya luas areal penanaman kedelai diperluas. Diharapkan Pasca Kegiatan M-P3MI ini melakukan hubungan dengan lintas sektoral meliputi Perindag, Perbankan, Koperasi untuk menangkap permasalahan dalam melakukan evaluasi model pengembangan perbenihan.

Sosialisasi ini juga di isi  dengan penjelasan  secara detail oleh penanggung jawab kegiatan Model Pengembangan Pertanian Melalui Inovasi (M-P3MI) Berbasis Pengembangan Agribisnis Perbenihan Kedelai di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi, yang bertujuan  untuk mendapatkan masukan, tanggapan dan perbaikan sehingga kedepanya kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Diskusi  dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan. Dari Hasil diskusi ini ada beberapa pertanyaan diantaranya tentang mampu tidaknya petani menjalankan langkah-langkah operasionalnya M-P3MI, inovasi yang digunakan, pelabelan, sejauh mana keberpihakan program kepada petani, serta pertanyaan tentang mengapa dilakukan diwilayah setanggor, pengamanan harga dasar kedelai, serta yang berkaitan dengan  prebenihan dan kemitraan. 

Dalam Tanggapanya Tim dari BPTP dalam hal ini   Mengajak seluruh pihak  untuk ikut serta terlibat dan bekerjasama dengan baik dalam mengawal kegiatan ini sehingga kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi petani. Inovasi teknogi yang di bawa oleh BPTP tetap mengacu pada prinsip teknologi yang sudah ada ditambah dengan apa yang dimiliki petani tetap harus disesuaikan dengan keinginan petani. Untuk benih tidak masalah tentang labelnya tetapi yang terpenting adalah managemen pengelolaanya baik, sehingga akan menghasilkan produktivitas yang baik. Teknologi yang ada adalah merupakan teknologi yang sudah di ujikan dibeberapa wilayah dan daerah. Teknologi yang ada masih dalam jangkauan petani kita. Bukanlah teknologi yang serta merta turun dari langit. Akan diadakan kegiatan Workshop untuk pihak-pihak  terkait untuk mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya. Termasuk membangun kemitraan dan kerjasama dengan steak holder dalam upaya kedepanya untuk keberhasilan dalam skup yang lebih luas sehingga harapan, ingat benih ingat setanggor dapat terwujud. Dan seluruh masukan dan tanggapan akan menjadi bahan masukan untuk selanjutnya. (Sumber : Nani Herawati)

Web Analytics