Berita

Workshop Metode Kaji Tindak (Action Research) Teknologi Agribisnis Spesifik Lokasi

Pin It

Kegiatan workshop Action Research Proram FEATI Kabupaten Lombok Tengah dilaksanakan pada tanggal, 23-24 Maret 2011 bertempat di BPTP NTB. Peserta workshop sebanyak 56 orang yang terdiri dari  koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Lapangan lokasi FEATI, Tim manajemen FEATI Kabupaten dan 2 (dua) orang penyuluh kabupaten. Narasumber dari Tim FEATI BPTP NTB, yaitu Dr. Ir. Ketut Puspadi, MEd (Metode kaji tindak (action research) teknologi agribisnis spesifik lokasi), Ir. Sudarto (Sinstetis teknologi BPTP, Penyuluh dan Petani), Ir. Sri Hastuti, MS (Value Chain Analysis/VCA dan Analisis anggaran parsial). Tujuan workshop metode kaji tindak adalah a). Meningkatkan kemampuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) untuk merakit teknologi spesifik lokasi, b). Meningkatkan kemampuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) untuk memfasilitasi UP-FMA, Penyuluh Swadaya dan Kelompok Pembelajar merakit teknologi spesifik lokasi. Dari kegiatan ini diharapkan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) meningkat kapasitasnya sebagai fasilitator pengembangan agribisnis yang berbasis teknologi spesifik lokalita, mengembangkan agribisnis berbasis inovasi teknologi spesifik lokalita yang mempunyai basis usaha agribisnis yang jelas di BPP lokasi FEATI, Memanfaatkan BPP sebagai layanan informasi agribisnis (klinik agribisnis), dan Memberikan pengalaman kepada Tim Penyuluh Lapangan. Implementasinya kegiatan kaji tindak yang akan dilaksanakan oleh masing-masing BPP harus dipandang sebagai kegiatan investasi dan berke lanjutan.

Tahapan-tahapan penetapan kaji tindak yang harus dilakukan oleh penyuluh adalah mengidentifikasi dan penetapan isu kaji tindak, identifikasi alternatif-alternatif paket teknologi untuk memecahkan isu, analisis alternatif paket teknologi (focus pada aspek biofisik), menetapkan materi kaji tindak atas kesepakatan, dan analisis aspek ekonomi semua alternatif paket teknologi dan kesepakatan materi kaji tindak. Alternatif teknologi diperoleh dari pengalaman teknologi yang pernah diterapkan, eksisting teknologi, dan teknologi BPTP atau teknologi dari sumber lain kemudian dilakukan sintetis teknologi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan kaji tindak. Setelah ditemukan teknologi kesepakatan (sintetis teknologi, bisa salah satu atau kombinasi) kemudian dilakukan analisis anggaran parsial (Partial Budget Analysis) merupakan analisis finansial yang paling sederhana dalam evaluasi kelayakan suatu teknologi usahatani (menguntungkan). Dalam pelaksanaan kaji tindak di masing-masing BPP, diharuskan bagi Tim Penyuluh Lapangan (TPL) hasil aplikasi kaji tindak harus diterapkan pada kelompok pembelajaran FMA untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dan TPL berkewajiban menyebarluaskan hasil kaji tindak ke seluruh wilayah kecamatan masing-masing (Sumber : Sudarto).

Web Analytics