Berita

Sosialisasi dan Pendampingan Kegiatan FEATI oleh Tim Teknis BBP2TP

Pin It

Sosialisasi petunjuk teknis pengukuran indikator keberhasilan Program FEATI disampaikan oleh tim  teknis  Balai  Besar Pengembangan dan Pengkajian Teknologi Pertanian (BBP2TP) Ir. Agus Muharam, MS. Sosialisasi dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Maret 2011 dan diikuti oleh tim FEATI BPTP NTB, Koordinator Pengkajian, Koordinator Program, Kasie KPP, Ka Subag TU, dan Ketua Kelji. Acara sosialisasi dibuka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, dalam arahannya beliau mengatakan bahwa program FEATI sudah berjalan selama 5 (lima) tahun dan akan berakhir pada tahun 2011. Memperhatikan dokumen kontrak yang telah disepakati dengan Word Bank ada beberapa hal yang sangat krusial untuk mencermati kegiatan FEATI, salah satunya indikator keberhasilan yang tertuang dalam Permentan No. 29 tahun 2007. Bisa dikatakan seluruh BPTP yang mendapat program FEATI belum mendapat petunjuk teknis untuk mengukur indikator keberhasilan, kehadiran tim teknis dari BBP2TP dalam mensosialisakan petunjuk teknis sangat berarti bagi BPTP NTB sehingga tim FEATI dapat mengacu dalam mengevaluasi dampak yang selama ini dikerjakan bersama dengan Bapeluh masing-masing kabupaten.

Selanjutnya tim teknis BBP2TP  menyatakan kegiatan FEATI Badan Litbang merupakan implementasi dari komponen C yaitu peningkatan kapasitas pengkajian dan diseminasi teknologi pertanian dengan tujuan : a). Menguatkan kelembagaan penelitian untuk mendukung pengkajian dan diseminasi teknologi pertanian, b). Meningkatkan hubungan keterkaitan peneliti-penyuluh-petani, dan c). Menyediakan dukungan koordinasi dan manajemen bagi pelaksana program FEATI di lingkup Badan Litbang Pertanian khususnya BPTP. Untuk mengukur tujuan di atas berdasarkan Permentan nomor : 29/Permentan/OT.140/3/2007 menargetkan sasaran akhir FEATI sebagai berikut :

  • Menyatakan, paling sedikit 60% (enam puluh persen) anggota poktan/gapoktan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan kajian/uji coba  teknologi secara partisipatif, dan minimal 80% (delapan puluh persen) diantaranya meningkat produktivitasnya melalui penerapan hasil kajian/uji coba tersebut.
  • Menyatakan, paling sedikit 60% (enam puluh persen) dari paket teknologi yang dihasilkan BPTP diterapkan oleh poktan/gapoktan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dikelola oleh petani.
  • Menyatakan, paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) anggota poktan/gapoktan memperoleh kepuasan dari jasa litbang dan pengkajian teknologi pertanian.

Sasaran-sasaran akhir masing-masing komponen FEATI, merupakan sasaran yang integratif, tak terpisah satu sama lain untuk mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan para petani. Sinergisme fungsi penelitian, pengkajian dengan fungsi pelayanan, serta fungsi pengaturan merupakan jiwa program FEATI. Untuk mengukur indikator di atas nantinya akan disediakan instrumennya untuk masing-masing BPTP.

Tim teknis dari BBP2TP juga melakukan kunjungan lapang untuk melihat salah satu kegiatan uji coba budidaya ayam arab yang dilaksanakan oleh FMA desa Jago kecamatan Praya kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi, beliau menilai bahwa petani kooperator budidaya ayam arab di desa Jago  berkembang dengan baik, artinya dari 3 (tiga) petani kooperator kini telah berkembang sendiri (scaling up) ke anggota lainnya dengan kegiatan yang berbeda-beda yakni ada yang berusaha untuk indukan ayam (penghasil telur), penetasan dan pembesaran.

Pada tahun 2011 disarankan untuk kegiatan demplot/demfarm yang akan dilakukan oleh BPTP harap mengklaster terhadap FAM sehingga dapat memudahkan bagi BPTP untuk memfasilitasi dalam pengawalan dan pendampingan, dengan demikian FMA model tersebut menjadi show window pada FMA yang mempunyai kegiatan yang sama. Pada akhir acara dilakukan diskusi sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan petunjuk teknis dimaksud.   (Sumber : Sudarto)

Web Analytics