Berita

Koordinasi Perencanaan Dan Evaluasi Kegiatan Tingkat Provinsi Program FEATI BPTP NTB Tahun 2011

Pin It

Koordinasi perencanaan program FEATI BPTP NTB tahun anggaran 2011 dilakukan dengan tujuan 1). Mengembangkan sinkronisasi dan sinergisme kegiatan komponen C, A dan B; 2). Merancang  strategi  kesinambungan kegiatan FEATI, dan 3). Mengukur dan menganalisis pencapaian indikator keberhasilan program FEATI. Kegiatan semacam ini setiap tahunnya dilakukan agar adanya sinkronisasi dan sinergisme program FEATI yang akan dilaksanakan ke depan, sehingga upaya-upaya pengembangan terhadap Farmers Managed Extension Activities/FMA yang sudah eksis dapat berjalan dengan baik. Koordinasi dilaksanakan pada hari Kamis, 03 Maret 2011 bertempat di ruang siding BPTP NTB dan dihadiri oleh Bappeda, Biro Ekonomi Pemda, Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi NTB, Dinas Peternakan Provinsi NTB, Bakorluh, DPRD, Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten, BPSB, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, PPK FEATI kabupaten, dan Asisten Teknis serta Tim FEATI BPTP NTB dan Pejabat Struktural. Acara dibuka oleh Kepala BPTP NTB (Dr. Ir. Dwi Praptomo S) beliau memberikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran peserta pada acara tersebut. Acara ini sangat strategis karena kegiatan FEATI akan berakhir tahun 2011 dan akan ditinggalkan oleh negara donor (Word Bank) sehingga diharapkan adanya sinergisme antar komponen dalam mempertahankan dan mengembangkan UP-FMA yang telah berkembang usaha taninya dan berorientasi pasar.

DPRD dan Dinas terkait disini sangat penting peranannya untuk pengembangan FEATI ke depan karena selama 5 tahun ini banyak kegiatan-kegiatan yang ditampilkan. Kegiatan-kegiatan seperti demonstrasi/uji coba yang berhasil dapat dipromosikan ke stakeholder pada event-event regional maupun nasional sehingga penyuluh lapangan bisa melanjutkan pemberdayaan pada petani secafa intensif.  Selain itu, pembelajaran agribisnis melalui FMA telah dilaksanakan mulai tahun 2008 dan dibeberapa wilayah binaan BPTP NTB telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, dengan membangun jejaring dan bermitra dengan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya seperti UP- FMA desa Nggembe kecamatan Bolo kabupaten Bima dengan usahatani perbenihan kedelai, UP-FMA desa Lido, kecamatan Belo kabupaten Bima dengan usahatani perbenihan bawang merah, UP-FMA desa Adu kecamatan Hu’u kabupaten Dompu dengan usaha diversifikasi pengolahan gadung, UP-FMA desa Semamung kecamatan Moyo Hulu dengan usaha penggemukan sapi Bali, UP-FMA desa Aik Darek dan desa Jago kabupaten Lombok Tengah dengan usaha budidaya melon dan ayam arab dan UP-FMA desa Beleka kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat dengan usaha perbenihan padi. Kelompok-kelompok pembelajaran FMA seperti ini perlu diberikan peluang dan dukungan yang lebih besar melalui kegiatan Peningkatan Skala FMA (Scalling UP). Acara ini mendapat respon yang positif  dari Dinas terkait dan akan dimasukkan dalam agenda Musrembang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. (Sumber : Sudarto).

Web Analytics