Berita

Sinkronisasi Kegiatan Ditjen Hortikultura dan Kunjungan Kerja Dirjen Hortikultura ke Nusa Tenggara Barat

Pin It

Dalam rangka evaluasi kegiatan 2010, pelaksanaan kegiatan 2011 dan perencanaan kegiatan 2012, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pertemuan Sinkronisasi dan Koordinasi kegiatan 2011 dan 2012 di Mataram tanggal 23 s/d 25 Pebruari 2011. Pertemuan ini diikuti oleh para kepala Dinas/Bidang yang menangani hortikultura, Kepala BBI, Kepala BPSPTPH, Kepala BPTPH dan Kepala BPTP dari 13 provinsi wilayah Indonesia Timur. Ketiga belas provinsi tersebut meliputi : Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Peserta dari pusat terdiri dari seluruh Direktorat lingkup Ditjen Hortikultura, Puslitbang Hortikultura, Balitsa, Balitbu, Balithi dan Balittro. Selain itu, narasumber peretemuan berasal dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian serta Biro Perencanaan Kementerian Pertanian.

Dalam pengarahannya Dirjen Hortikultura Dr. Hasanudin Ibrahim menyampaikan bahwa, kita harus mempercepat pelaksanaan kegiatan, tetapi tetap melaksanakannya secara efisien, efektif dan akuntabel, dan yang lebih penting lagi adalah adanya sinkronisasi dan sinergisme program dan kegiatan dengan instansi terkait/stakeholders. Fokus kegiatan Dirjen Hortikultura adalah pendekatan kawasan pengembangan untuk menghasilkan produk yang unggul (unik, produktif, berkualitas) dengan mengedepankan inovasi dan kreasi. Untuk tahun 2012, akan dibangun pertanian kota berbasis hortikultura, penataan kebun, sistem perbenihan yang maju dan sistem informasi yang canggih.

Selesai menghadiri Pertemuan Sinkronisasi dan Koordinasi 2011-2012, Dirjen Hortikultura meninjau lapangan, antara lain petani tanaman hias di Mataram, petani manggis di Lingsar, Lombok Barat, petani sayuran di Sembalun dan Jeringo, kabupaten Lombok Timur, Perusahaan Pertanian Sayuran PT. Agrindo di Lombok Timur dan petani sayuran di Mataram serta P4S (Pusat pelatihan dan Pengembangan Pedesaan Swadaya) di Kota Mataram.

Beberapa hal yang disampaikan Dirjen Hortikultura antara lain adalah : 1). Perlunya pendampingan dan pelatihan yang lebih intensif, 2). Peningkatan akses informasi, teknologi dan pasar, 3). Perlu dirancang lagi pengembangan hortikultura unggul (mangga Garifta, pisang kirana, jeruk Batu 55, pepaya mini, dll, 4). Untuk kawasan dataran tinggi seperti Sembalun, harus dicarikan jenis sayuran yang tidak bisa diproduksi di dataran rendah dan punya nilai ekonomis tinggi.

Kunjungan Dirjen Hortikultura ke lapangan didampingi oleh para Direktur lingkup Dirjen Hortikultura, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, dan Kepala BPTP NTB.    (Sumber : Dwi Praptomo)

Web Analytics