Berita

Demplot Jagung dan Panen Raya Jagung Muda Berbasis Agribisnis Pertanian ……

Pin It

Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan propinsi Nusa Tenggara Barat yang tertuang dalam Program PIJAR (sapi, jagung, rumput laut) yang telah dicanangkan sejak tahun 2010 lalu. Berbagai upaya dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan program tersebut sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Implementasi program PIJAR ini dengan membuat Demplot Jagung yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Propinsi NTB bersama BPTP NTB, BP4KKPD Kabupaten Lombok Barat melalui kelompok Tani “ Memalik Mudi “. Demplot ini telah dilaksanakan pada bulan Nopember 2010 sebagai upaya diseminasi varietas unggul baru jagung, antara lain dengan menanam varietas Bima 2, Bima 4, Bima 5  dan NK 33. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik oleh petani setempat dan pada tanggal 26 Januari 2011 dilakukan panen raya jagung muda berbasis agribisnis pada demplot jagung yang telah dilaksanakan di dusun Tanjung Gunung, Desa Gerung Selatan, kecamatan Gerung dengan dihadiri oleh Tim Bakorluh, Tim BPTP NTB, BP4KKPD, BPP, Penyuluh, THL dan mahasiswa KKN Universitas Mataram serta anggota kelompok tani “Memalik Mudi”.

Dalam sambutannya kepala BP4KKPD Kabupaten Lombok Barat menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani pelaksana, pihak Bakorluh dan BPTP NTB serta BPP yang telah menginisiasi program dan melaksanakan pendampingan secara intens sehingga demplot yang telah dilaksanakan telah dapat menuai hasil yang memuaskan. Melalui demplot ini diharapkan dapat menjadi alternatif lain pengganti bagi tanaman tembakau, karena Gerung merupakan salah satu daerah sentra penanaman tembakau di NTB. Tim Bakorluh juga menyampaikan terima kasih atas peran aktif petani, penyuluh dan BPTP NTB sebagai mitra yang baik dalam hal penyediaan teknologi yang sangat dibutuhkan oleh petani.

Dalam panen raya tersebut, petani menyatakan kesiapan untuk menanam jagung varietas Bima 5 produksi Badan Litbang Pertanian yang memiliki keragaan tanaman yang cocok untuk pakan ternak, disamping juga karena diameter tongkol yang besar sehingga menguntungkan secara ekonomis bagi petani. Panen Raya jagung muda ini dilaksanakan karena permintaan pasar yang tinggi sehingga harga jagung tinggi. Dari demplot yang dilaksanakan pada areal seluas 25 are petani dapat menjual jagung muda dengan harga 4 juta rupiah, sehingga dari analisa usaha tani yang dilakukan dapat memperoleh keuntungan sebesar 1,9 juta rupiah.

Dalam diskusi juga berkembang tentang bagaimana pengendalian penyakit  yang sering menyerang tanaman jagung terutama penyakit bulai dan busuk pangkal daun, serta upaya pemerintah untuk menstabilkan harga jagung terutama pada saat jagung melimpah ketika panen raya yaitu pada MK II.

Upaya pengendalian penyakit tanaman jagung yang terjadi dapat diatasi dengan penanaman varietas tanaman yang tahan terhadap penyakit bulai, penyemprotan fungisida dan memperbaiki drainase lahan penanaman, karena penyakit tersebut muncul pada kondisi lahan yang lembab. Kekhawatiran petani akan rendahnya harga jual jagung saat panen raya dapat diatasi dengan penjualan melalui i-pasar (pasar lelang) yang bekerjasama dengan i-pasar yang sudah diresmikan di Kabupaten Lombok Timur. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kelembagaan yang sangat baik dari petani melalui pembentukan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Kepala BP4KKPD Kabupaten Lombok Barat H. Nurawan, menyampaikan tentang pentingnya keberadaan gapoktan yang akan membantu petani dalam hal permodalan, pendampingan dan pemberdayaan dari masing – masing kelompok tani yang ada. Saat ini, di desa Gerung Selatan telah terbentuk 4 kelompok tani tanaman pangan dan 3 kelompok tani ternak yang sangat potensial bagi pengembangan perekonomian dalam sub sektor pertanian di desa tersebut. Suksesnya pengembangan pertanian di daerah juga ditentukan oleh peran serta PPL dalam menyampaikan informasi dan melakukan pendampingan – pendampingan teknis dilapangan. (Sumber : Hiryana W & B. Tri Ratna Erawati)

Web Analytics