Berita

Pertemuan Rutin Evaluasi Bulanan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pin It

Di penghujung tahun  tepatnya tanggal 30 Desember 2010 diadakan pertemuan rutin bulanan antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat selaku Sekretaris Tim Pembina PUAP Provinsi NTB dengan Penyelia Mitra Tani (PMT) PUAP seluruh kabupaten/kota, bertempat di ruang sidang Kantor BPTP NTB.  Pada kesempatan tersebut hadir Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo, MS serta  Dr.Ir. Mashur, MS dari Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian (Bakorluh) Provinsi NTB selaku Ketua Tim Pembina PUAP Provinsi.  Acara tersebut dibuka oleh Ir. Kukuh Wahyu  sebagai Penanggungjawab Program PUAP. Selain evaluasi  bulanan perkembangan program  dan laporan dari masing-masing PMT sebagai acara utama, kegiatan tersebut  juga diisi dengan penyampaian informasi tentang system informasi PUAP terbaru dengan metode scanning dari tim BPTP NTB, penyelesaian administrasi PMT serta diskusi PMT  dalam kerangka Forum PMT NTB.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Mashur, MS menyampaikan bahwa PMT harus memberikan warna baru yang lebih baik dari waktu ke waktu. “Ini berarti bahwa tahun depan kinerja PMT harus lebih baik dari tahun-tahun kemarin”, lanjutnya.  Lebih jauh, Mashur mengingatkan bahwa Program PUAP mempunyai dampak yang cukup berarti bagi masyarakat sehingga untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya ada dua faktor utama yang harus diperhatikan yaitu penguatan kelembagaan dan peningkatan peran serta pendamping dalam hal ini penyuluh pendamping maupun PMT.  “Ibarat wadah, semakin besar sebuah lembaga, semakin besar pula daya tampungnya dalam menerima berbagai fasilitas yang ada, baik dari pemerintah, perbankkan maupun pihak-pihak lain”, ujarnya.   Mashur juga menegaskankan, pihak perbankkan sudah sangat siap untuk membiayai Gapoktan dari segi permodalan asalkan Gapoktan telah cukup kuat dan menunjukkan bahwa mereka mampu untuk mengelola dana pinjaman yang diberikan. 

Dalam diskusi yang berlangsung hangat antara PMT dengan  Bakorluh dan  BPTP NTB yang dipimpin oleh Dr. Ir. Dwi Praptomo, MS, PMT menyampaikan kondisi kekinian yang ada di daerah masing-masing baik itu capaian keberhasilan maupun kendala-kendala yang dihadapi di lapangan seperti masih kurangnya dukungan dari pemerintah daerah setempat terhadap pelaksanaan program PUAP, kurangnya motivasi gapoktan dan penyuluh pendamping serta ketiadaaan dana operasional bagi PMT selama tiga bulan di luar kontrak PMT selama sembilan bulan dalam satu tahunnya.  Menanggapi berbagai masukan dari PMT, Dr. Mashur memberikan saran tentang cara-cara pendekatan kepada pihak pemerintah daerah serta bersedia membantu untuk advokasi kepada mereka termasuk kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku pemangku anggaran.

Kesempatan pertemuan bulanan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh PMT  untuk membahas keberlangsungan Forum PMT yang telah mereka bentuk.  Pada tahun ini ada dua orang PMT yang telah diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yaitu Repi, S, SE (Kabupaten Sumbawa) dan Hadi Wiratama (Kabupaten Lombok Timur).  Ini berarti bahwa formasi kepengurusan Forum PMT juga harus direvisi karena ketua forum yaitu Repi, SE akan mengundurkan diri.  Dalam forum tersebut juga dibahas rencana pendirian Lembaga keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) yang modal awalnya dari iuran PMT sebesar masing-masing satu juta rupiah.  (Mardiana)

Web Analytics