Berita

Supervisi Bank Dunia di NTB

Pin It

Untuk kedua kalinya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB mendapat kunjungan Bank Dunia dalam rangka melihat progress FEATI 2007-2010, tanggal 28 Nopember s/d 1 Desember 2010. Rombongan terdiri dari Patrick (Project Leader), Dijkman (FAO), Sumardjo (Bank Dunia Jakarta), didampingi oleh Rani Mutiara, Lazarus dan Wayan Ediyana dari Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, M. Fagi (Konsultan FEATI), Wayan Sudana (BBP2TP), Jarot (Bappenas), Tim BPTP NTB serta masing-masing pengelola FEATI kabupaten yang menjadi obyek kunjungan (Kabupaten Bima, Lombok Tengah dan Lombok Barat).

Agenda kunjungan selain melihat kondisi lapangan, masing-masing pengelola FEATI kabupaten, BPTP NTB dan Bakorluh,  terlebih dahulu presentasi tentang progress FEATI dari tahun 2007 sampai dengan 2010. Misi Bank Dunia kali ini ingin melihat sejauh mana kegiatan penyuluhan yang dikelola oleh petani (FMA) setelah mendapat suntikan dana dan difasilitasi  terjadi perubahan perilaku, pola pikir dan sikap dari tradisional menjadi petani modern berwawasan agribisnis melalui pemberdayaan kelompoknya. Bank Dunia meminta kepada FMA-FMA yang dikunjungi dan telah menunjukkan keberhasilannya untuk keberlanjutan usahanya dukungan dari BPTP, Pengelola FEATI kabupaten dan Bakorluh tetap berjalan secara sinergis. Dukungan teknologi dari BPTP baik berupa ujicoba/demonstrasi inovasi pertanian maupun media informasi terus dilaksanakan sebagai acuan FMA dalam mengembangkan usaha taninya. Sementara itu, untuk mendukung keberlanjutan FMA yang berhasil, Bakorluh dan pengelola FEATI kabupaten diminta untuk memfasilitasi sinergisme dengan program PUAP, LKM dan lain sebagainya.

Pada saat kunjungan lapang, Bank Dunia melihat kegiatan FMA di desa Nggembe kecamatan Bolo, desa Lido kecamatan Belo kabupaten Bima, desa Ganti kecamatan Praya Timur kabupaten Lombok Tengah, desa Beleke kecamatan Gerung, desa Jatisela dan Kekeri kecamatan Gunungsari kabupaten Lombok Barat. Tim Bank Dunia merasa puas setelah melihat kegiatan FMA, artinya setelah mengikuti program FEATI usahatani yang dilakukan terjadi peningkatan hasil dan peningkatan kesejahteraan keluarganya. Tim Bank Dunia juga menyarankan walaupun keberhasilan sudah tercapai tetapi untuk masa depan masih ada tantangan bagaimana FEATI berkembang lebih bagus lagi  serta kerjasama antara FMA, pengusaha, pengelola FEATI kabupaten, Bakorluh dan BPTP lebih diintensifkan. (Sudarto dan A. Muzani)

Web Analytics