Berita

Temu Lapang Demplot PTT Jagung

Pin It

Kegiatan Temu Lapang Demplot PTT Jagung  dalam mendukung kegiatan SL-PTT jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB) , telah dilaksanakan di Puyung pada hari Sabtu, 13 November 2010. Kegiatan ini melibatkan petani SL-PTT, penyuluh lapangan dari 4 kabupaten yaitu kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara serta dari  Dinas Pertanian kabupaten maupun Provinsi. Dalam acara ini dihadiri oleh Petani SL-PTT jagung sekitar 75 orang dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sebanyak 35 orang dan sebagai Narasumber adalah Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Kepala Dinas Pertanian dari 4 kabupaten di Pulau Lombok. Selain itu diundang juga Perusahaan mitra Usaha dari PT. Petrokimia Gersik dalam peranannya sebagai penyedia pupuk.

Kegiatan Demplot  bertujuan untuk menunjukkan pertanaman jagung yang menggunakan teknologi  Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), yang kemudian dibandingkan cara petani. Selain menunjukkan  teknologi budidaya PTT, dalam acara ini ditampilkan juga beberapa verietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian yang terdiri dari Hibrida dan Bersari Bebas. Varietas tersebut  terdiri dari Bima 2, Bima 4, Bima 5, Bima 9, Bima 10, Bima 11, Srikandi Kuning dan Srikandi Putih serta 2 galur hibrida yang berumur genjah (80 hari)

Dalam kesempatan ini Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  NTB menyampaikan bahwa betapa pentingnya kegiatan ini untuk menunjukkan keunggulan dari teknologi PTT jagung, serta memperkenalkan beberapa varietas unggul jagung yang ditampilkan di Demplot tersebut. Diharapkan dari beberapa varietas yang ditampilkan dalam demplot akan diminati oleh petani untuk dapat dikembangkan pada lokasi mereka masing-masing.

Dalam rangka tersebut, salah satu rangkaian acaranya adalah pembagian Quisioner pada seluruh peserta temu lapang baik itu petani maupun PPL. Dalam Quisoner itu berisikan pertanyaan tentang varietas apa yang disukai petani dan PPL yang ada dalam demplot tersebut dan alasan kenapa mereka memilih varietas tersebut, serta kemungkinan pengembangan di tempat mereka masing-masing. Kegiatan ini bertujuan sebagai informasi awal mengenai varietas yang dihasilkan Badan Litbang yang dapat dikembangkan di NTB.

Acara puncaknya adalah kunjungan  lapangan, dimana seluruh peserta diajak melihat langsung  lokasi demplot PTT jagung yang menampilkan  8 varietas unggul baru  serta 2 galur hibrida yang berumur genjah. Selain itu juga dijelaskan oleh Tri Ratna Erawati   tentang teknologi PTT jagung secara detail dari teknologi utama sampai teknologi pilihan. Dalam acara ini juga dibuka sesi diskusi antara peserta Temu Lapang dengan Para Narasumber. Dalam diskusi ada beberapa pertanyaan menyangkut ketersediaan benih dari Badan litbang, mahalnya benih jagung hibrida ditingkat pasar, aspek pengairan, dan pemasaran jagung. Dari hasil diskusi dicapai kesimpulan sebagai berikut : untuk benih jagung hibrida yang dihasilkan badan litbang, yang akan dikembangkan oleh petani  dapat disediakan oleh perusahaan yang mendapatkan lisensi dengan cara memesan ke perusahaan yang diberi lisesnsi beberapa minggu/bulan sebelumnya dengan harga yang lebih murah (pemesanan jangan mendadak), perlu ada perbaikan managemen pengairan ditingkat desa dan kecamatan untuk masalah pengairan (kebijakan pemda kabupaten setempat), untuk pemasaran jagung solusinya  adalah  i-Pasar. i-Pasar  akan membeli seluruh jagung petani  baik yang ada di pulau lombok maupun Sumbawa dengan harga yang memadai. i-Pasar dibangun di kabupaten Lombok Timur sebagai sentra produksi jagung di NTB. Untuk ketersediaan pupuk  dijamin aman untuk di pulau Lombok, hal ini disampaikan oleh Perwakilan PT.Petrokimia NTB. Dengan Temu Lapang ini maka informasi yang dibutuhkan petani mengenai jagung, dari segi teknologi,  varietas, pupuk dan pemasaran  sudah diterima petani dengan baik, terutama untuk pemasaran jagung petani sudah mendapat solusinya. Mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak kegiatan temu lapang sehingga petani mendapatkan solusi dari masalah yang mereka hadapi. (B. Erawati dan Nani Herawati)

Web Analytics