Berita

Peningkatan Kapasitas Petani Untuk Menjadi Penangkar Benih Kentang di Kawasan Sembalun - Lombok Timur

Pin It

Kentang (Solanum tuberosum) merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting dan mempunyai prospek pasar yang luas, baik sebagai sayuran maupun sebagai bahan industri pangan olahan. Karena itu posisi komoditas kentang untuk masa mendatang diharapkan menjadi pilihan diversifikasi sumber karbohidrat yang dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengatasi kemiskinan di dunia.

Pengembangan kentang di Nusa Tenggara Barat dilakukan di wilayah kecamatan Sembalun yang berada di lereng Gunung Rinjani, pada ketinggian 1050 meter s/d 1250 m dpl. Pengembangan kentang di wilayah ini dilakukan melalui kerjasama kemitraan petani kentang Sembalun dengan PT Indofood Fritolay Makmur. Dalam kesepakatan kerjasama ini pihak PT Indofood menyediakan pinjaman untuk penyediaan benih kentang dan sarana produksi lainnya yang berupa pestisida dan pupuk; pengembalian pinjaman dilakukan setelah panen.

Kebutuhan benih kentang nasional hanya 25% bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri, sementara 75% masih impor. Benih kentang impor memiliki faktor resiko besar terhadap serangan hama dan penyakit baru. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung kawasan Sembalun pada khususnya dan Lombok pada umumnya untuk menjadi sentra perbenihan kentang sehat di Indonesia, diperlukan peningkatan kapasitas petani benih yang akan menjadi pelaku utama di lapangan. Seiring dengan itu, Bank Indonesia Mataram dalam rangka mengembangkan sektor riil mempunyai program untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas petani di Sembalun untuk menjadi petani penangkar benih kentang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB serta kelompok tani Hortikultura Sembalun Lawang (Horsela).

Kegiatan pelatihan yang berlangsung pada tanggal 27 – 29 September 2010 tersebut, dibuka secara resmi oleh Deputi Pemimpin BI Mataram, Iwan Triady, dan dihadiri oleh Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo S., MS, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Ir. Lalu Khalid Tarmizi, MT., dan Camat Sembalun. Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 orang petani yang berasal dari 8 kelompok tani di wilayah Sembalun yang merupakan calon penangkar benih kentang. Fokus kegiatan pelatihan tersebut adalah peningkatan kapasitas petani kentang dalam usaha budidaya benih kentang dan peningkatan kapasitas dalam manajemen keuangan perbenihan kentang.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara klasikal di aula kantor Camat Sembalun dan praktek lapangan di areal pertanaman kentang dan gudang penyimpanan benih di Desa Sembalun Lawang. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diisi materi Dinamika Kelompok oleh BPTP NTB, Skema Perbenihan Kentang di Wilayah Sembalun oleh BPSB TPH, Identifikasi dan Manajemen Hama Penyakit Perbenihan Kentang oleh peneliti dari Balitsa Lembang Jawa Barat, Teknologi Perbenihan dan Pembiayaan Perbenihan Kentang oleh Praktisi Penangkar Benih dari PD Hikmah Farm Pengalengan Jawa Barat, Manajemen Keuangan Petani oleh Konsultan PUMKM BI Mataram, serta Karantina Perbenihan Kentang oleh Balai Karantina Kelas I Mataram. (BNH)

Web Analytics