Berita

Rapat Evaluasi Gelar Teknologi Hari Pangan Sedunia (HPS) XXX Tahun 2010

Pin It

Kegiatan gelar teknologi HPS XXX tahun 2010 semakin dekat, kegiatan yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat untuk tingkat nasional ini akan dilaksanakan tanggal 15 s/d 18 Oktober 2010 di Desa Puyung Kabupaten Lombok Tengah.

Pada hari Senin tgl 20 September 2010 bertempat di Kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan rapat evaluasi gelar teknologi yang dihadiri oleh panitia pusat dan daerah, terdiri dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan dan beberapa pihak lainnya yang terkait. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pusat, Kementerian Kehutanan dan Ketua Panitia daerah BPTP Nusa Tenggara Barat. Rapat tersebut membahas tentang persiapan gelar teknologi sebagai acara puncak yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2010. Luasan kegiatan gelar teknologi seluruhnya 10,75 ha yang terbagi dalam 2 lokasi yaitu lokasi utama (Ring I) seluas 3,25 ha dan lokasi pendukung (Ring II) seluas 7,5 ha.

Rapat dibuka oleh Sekertaris Badan Litbang Kementerian Kehutanan Dr. Putera Partama selaku ketua Gelar Teknologi, yang dalam arahannya menyatakan bahwa HPS tinggal menghitung hari, untuk itu diperlukan kesiapan oleh semua pihak, baik instansi terkait maupun swasta untuk segera berbenah diri supaya Gelar teknologi yang akan ditampilkan tidak mengecewakan. Selanjutnya Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS, Kepala BPTP NTB melaporkan perkembangan Gelar Teknologi terkini yang telah dicapai.

Kegiatan di lokasi utama (Ring I) telah ditanami dengan tanaman padi, jagung, kacang- kacangan dan umbi – umbian, serta sayuran. Selain itu juga telah disiapkan lokasi bagi tanaman biofarmaka, tanaman perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan miniatur pekarangan. Sedangkan untuk lokasi pendukung (Ring II) dikelola oleh BUMN dan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang perbenihan dan produsen sarana produksi.

Tanaman padi yang ditanam merupakan benih unggul (20 varietas padi non hibrida, 3 varietas hibrida dan 17 galur non hibrida) dari Balai Penelitian Padi Sukamandi, Tanaman Jagung (8 varietas) dari Balai Penelitian Serealia Maros, Tanaman kacang – kacangan (kedelai 5 varietas, kacang tanah 6 varietas dan kacang hijau 6 varietas) dari Balai Penelitian Kacang – kacangan dan Umbi – umbian Malang, Tanaman hortikultura (14 jenis sayuran)  dari Balai Penelitian Sayuran Lembang dan mitra swasta produsen benih (Takii, SHS, BCA, Tanindo, Panah Merah, Tunas Agro, Surya Mentari, Primasid, Syngenta). Diharapkan Presiden dapat melakukan panen padi Inpari 1, Inpari 3, Inpari 12 dan Inpari 13 (umur 103 – 110 hari).

Untuk tanaman umbi – umbian lokal Nusa Tenggara Barat yaitu ubi jalar ungu (Ambon Benson), ubi jalar orange (Ambon Gula) dan Kentang Sabrang (Kentang Hitam), Tanaman biofarmaka (3 jenis rimpang) dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro), Tanaman perkebunan (3 jenis tanaman utama) ditangani oleh Dinas Perkebunan Propinsi NTB, Kehutanan ditangani oleh Badan Litbang Kehutanan yang dibantu Balai Penelitian Kehutanan Mataram dan Dinas Kehutanan Propinsi NTB yang akan menampilkan pemanfaatan arang kayu dan cuka kayu sebagai media tanam cabe.

Dari sektor peternakan akan menampilkan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang ditangani oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTB, diharapkan Presiden RI dapat melakukan IB secara simbolis. Untuk Sektor Perikanan akan menampilkan perbenihan ikan, miniatur alat tangkap ikan dan produk olahan yang ditangani oleh Kementrian kelautan dan Perikanan yang dibantu oleh Balai Budidaya Laut Sekotong dan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTB. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Kehutanan akan menampilkan miniatur tanaman pekarangan yang dibantu Badan Ketahanan Pangan Propinsi NTB.

Beberapa hal yang menjadi pokok diskusi dalam rapat evaluasi  antara lain penetapan kesiapan teknis akhir bagi masing – masing sektor, publikasi melalui media elektronik dan media massa sehingga gelar teknologi ini bisa disampaikan kepada masyarakat luas, ketersedian listrik dan air bersih, selain itu juga perlu penataan tempat yang baik untuk lokasi ternak dan pemasangan baliho.  (Sumber: Hiryana Windiyani dan Noor Inggah).

Web Analytics