Berita

Pendampingan PSDS Kabupaten Bima : Menata Manajemen Pemeliharaan Sapi Melalui Pemanfaatan Sumberdaya Lokal

Pin It

Antusias Sarjana Membangun Desa (SMD) begitu terlihat selama berlangsungnya Sekolah Lapang Pengembangan Agribisnis Sapi Potong (SL-PASP), Rabu 1 September 2010 lalu. Walaupun berlangsung disaat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semangat para SMD, petani, kepala Desa Mpuri dan petugas lainnya tidak kendur dengan keringat yang mengucur ditengah teriknya sinar matahari dan rasa haus yang melanda. Ekor demi ekor sapi di kelompok SMD binaan Inayah Spt, didata berat, umur, jenis kelamin, tinggi dan lingkar dada. Tak hanya itu, kotorannya juga diambil satu persatu untuk diteliti sehingga diketahui keadaan sapi di kelompok ini yang berjumlah 53 ekor. ”Pendataan sapi ini perlu dilakukan untuk mengetahui keadaan masing-masing ternak. Adanya data setiap ternak akan memudahkan para SMD mengetahui perkembangan individu sapi”’ ujar Dr. Tanda Sahat Panjaitan. Selanjutnya ditambahkannya, sejak program PSDS dilaksanakan belum ada pendataan ternak yang dilakukan oleh SMD, dengan adanya pendapingan ini setiap SMD diharapkan dapat melakukan hal yang dicontohkan ini di masing-masing kelompoknya.

Untuk membantu para SMD dalam mengelola usahanya, BPTP NTB memfasilitasi para ”sarjana muda” ini dengan buku panduan, petunjuk praktis, leaflet skor kondisi tubuh dan tabel pendugaan berat sapi bali. Tabel pendugaan berat badan ini cukup praktis untuk menduga berat badan sapi bali sehingga petani mengetahui perkiraan harga jual sapi yang dipeliharanya dan terhindar dari ulah pedagang yang sering merugikan petani.

Selesai sholat Zuhur, sekolah lapang dilanjutkan dengan praktek pembuatan Kelor Mineral Blok (KMB). Kelor merupakan tanaman yang ditanam oleh hampir semua rumah tangga petani di kabupaten Bima baik sebagai tanaman pekarangan maupun sebagai tanaman pagar. Walaupun telah banyak di tanam tetapi penggunaannya hanya terbatas untuk dibuat sayur. Petani belum banyak mengetahui tanaman ini bergizi tinggi dan sangat bagus sebagai pakan ternak.

Saat ini di lokasi SL PASP telah mulai ditanam kelor sebagai tanaman pagar dan beberapa introduksi HMT unggul. Untuk pendapingan yang akan datang dibuatkan model kebun kelor yang nantinya diharapkan dapat dijadikan contoh oleh petani di sekitar lokasi pendampingan.  (Sumber : Prisdiminggo)

 

Web Analytics