Berita

Workshop Pendampingan Pelaksanaan ARF Mendukung FMA Dalam Rangka Program FEATI di NTB

Pin It

Workshop pendampingan pelaksanaan Action Research Facility (ARF) mendukung FMA di kabupaten dilaksanakan selama dua hari bertempat di ruang sidang BPTP NTB dari tanggal  30 Juni - 1 Juli 2010 masing-masing dari Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat. Peserta terdiri dari Penyuluh Swadaya dan UP-FMA masing-masing lokasi FEATI. Tujuan dari workshop tersebut untuk memperkenalkan konsep ARF dan melakukan evaluasi pelaksanaan ARF untuk FMA yang telah melaksanakan demonstrasi/uji coba ARF. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan demplot ARF yang telah dilaksanakan oleh FMA. Sudah sejauh mana UP-FMA dalam memberdayakan  kelompoknya. Acara dibuka oleh Kepala BPTP NTB Dr. Ir. Dwi Praptomo S.,MS, dalam arahannya beliau mengatakan bahwa program FEATI lebih menitik beratkan pada unsur pemberdayaan yaitu kelompok tani yang sudah eksis maupun yang belum lebih diberdayakan keberadaannya sehingga kelompok tani bersama anggotanya ke depan menjadi kelompok yang mandiri. Hal ini karena dalam program FEATI pendanaan yang diberikan bersifat stimulant dan akan berakhir pada tahun 2011 nanti. Diharapkan kelompok tani terus berjalan walaupun proyek telah berakhir nanti. Selanjutnya dikatakan pula, program FEATI agak berbeda dengan program lainnya, pemberdayaan dimaksud selain kemampuan kelompok untuk mandiri juga mempunyai kemampuan teknis untuk usahatani. Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan keahlian petani, diperlukan berbagai bentuk kegiatan yang mengarah pada pemecahan masalah. Bentuk dukungan yang dilaksanakan oleh BPTP adalah memberikan dukungan inovasi teknologi salah satu diantaranya melalui uji coba Farming Sysytem Analysis (FSA) dan ARF yang telah dilaksanakan di kabupaten. Paket teknologi telah banyak direkomendasikan oleh BPTP, tinggal bagaimana kelompok tani memperoleh informasinya. Hal ini dapat dilakukan baik secara langsung berkonsultasi dengan para penelitinya maupun dapat mengakses melalui wibesite BPTP NTB. Selain itu, diharapkan kelompok tani juga mempunyai kemampuan untuk mengakses ke lembaga lain seperti lembaga Penyuluhan, Dinas terkait maupun akses ke mitra khususnya mengenai permodalan. Contoh kongkrit dapat dilihat bersama bahwa petani  kacang tanah di kabupaten Lombok Barat sudah dapat bermitra dengan Garuda Food, petani kentang di Sembalun bermitra dengan Indofood sehingga pasarnya tidak perlu dicari-cari lagi. UP-FMA di program FEATI juga melakukan hal semacam ini, sehingga tidak ada keraguan dalam berusahatani mana yang paling menguntungkan.

Pada kesempatan ini juga dilakukan evaluasi tentang efektivitas pemanfaatan media informasi. Sejak tahun 2008 sampai dengan 2010 telah banyak media informasi melalui program FEATI yang diterbitkan oleh BPTP  dan telah didistribusikan ke pengguna (penyuluh sampai UP-FMA). Media informasi dicetak dalam bentuk liptan, brosur, leaflet, bulettin dan lain sebagainya dan topik yang ditulis terutama untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh UP-FMA. Dengan demikian media tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk  menerapkan teknologi yang direkomendasikan  (Sudarto).

 

Web Analytics