Berita

Pendampingan PSDS Kabupaten Bima:Menggarap Kelor (Parongge) Sebagai Pakan Ternak

Pin It

Para Sarjana Membangun Desa (SMD) agar senantiasa penuh semangat dan selalu optimis dalam melaksanakan program Peningkatan Produksi Daging Sapi (PSDS) karena dengan adanya program ini petugas SMD mendapat pengalaman yang sangat berharga dalam mengelola sebuah usaha yang mengarah pada agribisnis peternakan. Demikian disampaikan oleh Kepala BPTP NTB, Dr Dwi Praptomo, dalam pengarahaannya di hadapan peserta pertemuan bulanan dan bimbingan teknis para SMD dan petugas teknis dinas peternakan yang dilaksanakan oleh BPTP NTB di aula Dinas Peternakan Kabupaten Bima, Senin, 14 Juni 2010 lalu. Kepala BPTP NTB optimis kegiatan PSDS di NTB akan berhasil karena penggeraknya adalah sarjana-sarjana yang masih muda dan BPTP NTB siap dalam memberikan bimbingan teknis yang dibutuhkan oleh masing-masing SMD. Keberhasilan program PSDS juga keberhasilan Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang dicanangkan oleh Pemda Provinsi NTB. Kementerian Pertanian menempatkan PSDS sebagai program utama yang didukung oleh BPTP di seluruh Indonesia dalam kegiatan pendampingan teknologi

 

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Bima, Ir. Abdul Rachman MM dalam sambutannya sangat berharap bahwa kehadiran BPTP NTB dalam pembinaan SMD memberikan nuansa tersendiri dan berharap hasil-hasil kajian BPTP NTB dapat dikembangkan oleh pelaku usaha peternakan di Kabupaten Bima. Usaha peternakan di Kabupaten Bima telah dilaksanakan secara turun-temunurun dari zaman nenek moyang dan masih dikelola secara tradisional sehingga diharapan BPTP NTB dapat memoleh hal-hal yang telah ada ditengah-tengah masyarakat dengan mepertimbangkan kearifan lokal dan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Bima. Lebih jauh Ir. Abdul Rachman MM berharap kehadiran BPTP NTB dalam pembinaan teknis tidak terbatas pada pendampingan pada SMD dan LM3 akan tetapi juga dapat kelompok-kelompok yang mendapat bantuan dana untuk intensifikasi Kebun Hijauan Pakan Ternak (HMT) dan program-program lainnya.
Menindaklanjuti dari kunjungan bulan sebelumnya dimana Dinas Peternakan Kabupaten Bima berharap untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan Kelor atau Moringa (Moringa spp.) yang selama ini belum banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak, koordinator pendapingan PSDS BPTP-NTB, Dr. Tanda Sahat Panjaitan memaparan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh tanaman kelor dan prospek pengembangannya di Kabupaten Bima. Salah satu teknologi berbasis tanaman Kelor yang telah dirancang oleh BPTP NTB adalah memperkenalkan Kelor Mineral Blok (KMB) sebagai suplemen makanan ternak ruminansia.
Selanjutnya Dr. Tanda Sahat Panjaitan menjelaskan teknis pelaksanaan pendampingan yang akan dilakukan oleh BPTP NTB melalui Laboratorium Lapang dan Sekolah Lapang serta pendampingan teknologi yang dibutuhkan oleh masing-masing SMD. Pendampingan teknologi yang dilakukan oleh BPTP NTB akan difokuskan pada teknologi pembibitan sapi di Pulau Sumbawa dan teknologi penggemukan di Pulau Lombok. Walaupun demikian bagi SMD yang menginginkan kedua teknologi tersebut BPTP NTB siap melakukan pendampingan.
Untuk membekali petugas SMD, BPTP NTB telah mempersiapkan 10 (sepuluh) buku petunjuk teknis antara lain: 1) Panduan Pendampingan; 2) Manajemen Umum Pembibitan Ternak Sapi; 3) Manajemen Umum Penggemukan Ternak Sapi; 4) Manajemen Umum Hijauan Makanan Ternak (HMT); 5) Manajemen Umum Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak: 6) Manajemen Umum Limbah Ternak untuk Kompos dan Biogas; 7) Manajemen Umum Pengendalian Penyakit Ternak Sapi; 8) Analisa Usaha Pembibitan dan penggemukan Ternak Sapi; 9) Petunjuk Praktis Perkandangan Sapi; 10. Petunjuk Praktis Teknik Pengukuran Ternak dan satu judul Leaflet teknologi praktis: pembuatan kelor mineral blok.

 

Pada kesempatan kunjungan lapangan ke Desa Mpuri Kecamatan Madapangga yang sekaligus sebagai lokasi Sekolah Lapang (SL) telah disepakati program kerja bersama antara BPTP NTB, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima dan para SMD antara lain: pembuatan data dasar ternak dimasing-masing SMD yang dikoordinir oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima dan rencana tindak lanjut penanaman HMT berbasis Kelor baik yang ditanam sebagai tanaman pagar maupun yang khusus ditanam dalam bentuk kebun HMT. Dalam bulan Juni ini akan dialakukan pendampingan pemasangan kandang jepit di lokasi Labaratorium Lapangan (2 lokasi), perbaikan tempat pakan ternak dan pembuatan kandang kawin di setiap kandang kelompok yang dikelola SMD.  (Sumber : Prisdiminggo)

Web Analytics