Berita

Sosialisasi dan Konsolidasi Pendampingan Program PSDS

Pin It

Dalam rangka sosialisasi dan konsolidasi prgram pendampingan BPTP NTB dalam mendukung program Swasembada Daging Sapi (PSDS) Nasional, pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2010  telah dilaksanakan pertemuan dengan Sarjana Membangun Desa (SMD) se pulau Lombok, bertempat di Ruang Sidang BPTP NTB.  Kepala Balai Dr. Ir. Dwi Praptomo S, MS., membuka acara pertemuan sekaligus menyampaikan latar belakang kegiatan program pendampingan BPTP NTB terhadap dukungan Program Swasembada Daging Sapi Nasional.  Pada kesempatan ini hadir Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTB untuk menyampaikan program Daerah Bumi Sejuta Sapi (BSS) dalam rangka mendukung program Swasembada Daging Sapi Nasional, yang diwakili oleh Kabid Budidaya Peternakan, Ir. Zainul Wardi, bersama Ir. Baiq Indiana.

Penjelasan secara teknis mengenai kegiatan Pendampingan Program Percepatan Swasembada Daging di NTB di sampaikan oleh Dr. Tanda Panjaitan.  Beberapa  kegiatan yang akan dikerjakan selama tahun 2010 adalah : pelaksanaan pembinaan dan bimbingan dilakukan melalui pembentukan laboratorium lapang dan sekolah lapang. Laboratorium Lapang penggemukan dilaksanakan di desa Murbaya, Kabupaten Lombok Tengah dan Laboratorium Lapang Pembibitan dilaksanakan di desa Mpuri, Kabupaten Bima. Pertemuan dan Sekolah Lapang penerapan teknologi anjuran dilakukan bersama  SMD secara reguler di Laboratorium Lapang. Pendampingan terhadap masing-masing SMD dilakukan melalui latihan dan kunjungan ke lokasi kelompok binaan masing-masing SMD. Pada masing-masing Laboratorium Lapang akan dilakukan gelar teknologi yang dihadiri oleh anggota kelompok tani binaan para SMD peserta sekolah lapang.

Di samping itu SMD akan dibekali dengan buku-buku petunjuk praktis pemeliharaan ternak sapi yang disusun oleh tim pendamping.  Saat ini buku-buku sedang dalam editing, oleh karena itu para peserta pertemuan diminta memberikan saran dan masukan untuk melengkapi informasi yang akan dicantumkan dalam buku. 

Salah satu inovasi yang disampaikan pada pertemuan adalah cara pembuatan Kelor Mineral Blok (KMB).  Ini merupakan materi yang selama ini belum pernah diketahui oleh pada SMD peserta pertemuan.  Penyampaian ini dimaksudkan memberikan wawasan bagi para SMD agar dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di sekitarnya bagi usaha peternakan mereka.  Kelor merupakan jenis legum pohon seperti lamtoro, gamal dan turi, yang bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah di NTB. Jenis legum pohon memiliki kandungan protein yang relatif tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai supplemen saat ketersediaan pakan mulai menurun pada musim kemarau.

Sebagai penutup pertemuan pertama ini, dirumuskan beberapa kesepakatan diantaranya, bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan latihan pengukuran lingkar dada dan penimbangan sapi yang bertempat di Desa Murbaya Kabupaten Lombok Tengah.  Untuk itu targetnya adalah pembangunan kandang jepit untuk mempermudah saat penimbangan ternak.  Pelaksanaan pengukuran direncanakan pada akhir bulan Juni 2010.  Pemberitahuan  kepastian pelaksanaan akan dihubungi melalui koordinator lapang masing-masing Kabupaten tempat SMD berdomisili. (Sasongko WR)

 

Web Analytics